Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Februari 2018 | 06.19 WIB

Marak Penyerangan Ulama, Kapolda: Sumbar Aman dan Kondusif

Ilustrasi penyerangan - Image

Ilustrasi penyerangan

JawaPos.com - Kapolda Sumbar, Irjen Pol Fakhrizal memastikan daerah Sumatera Barat aman dari perilaku penyerangan terhadap tokoh agama yang belakangan marak terjadi.


Jenderal Bintang Dua ini meminta masyarakat agar tidak resah dengan fenomena penyerangan tokoh agama yang kerap dinyatakan mengalami gangguan jiwa atau disebut masyarakat dengan orang gila gaya baru.


"Saya pernah di telepon Ketua MUI Sumbar, Buya Gusrizal Gazahar. Beliau bertanya, bagaimana kondisi daerah kita? Saya jawab, Sumbar aman dan sangat kondusif, serta tidak ada kasus penyerangan terhadap ulama dan tokoh agama," jelas Fakhrizal pada kegiatan ikrar Pilkada damai dengan slogan Basamo Mambangun Nagari melalui Pilkada Badunsanak di aula salah satu hotel di kota Padang, Rabu (21/2).


Dalam pertemuan yang dihadiri tokoh agama, tokoh adat dan seluruh paslon di empat kota yang menggelar Pilkada serentak 2018 itu, Fakhrizal menjelaskan, penyerangan terhadap ulama belakangan ini murni tindak kriminal biasa.


Jenderal ini membantah adanya isu hal tersebut adalah skenario dan intimidasi dalam aksi penyerangan terhadap ulama dan tokoh agama. Begitu juga soal sebutan, jika pelaku penganiayaan tokoh agama mengalami gangguan jiwa. Menurutnya, pihak kepolisian telah melibatkan ahli kejiwaan dalam penyelidikan dan penyidikan kasus tersebut.


"Laporan dari daerah yang menangani kasus itu, menyebut murni kriminal biasa. Kita yang di Sumbar tak perlu resah," jelas Fakhrizal.


Seperti diketahui, sebulan belakangan terjadi sejumlah peristiwa penyerangan terhadap tokoh agama termasuk ulama dan pastor. Tanggal 27 januari 2018 lalu, terjadi penganiayaan terhadap KH Emon Umar Basyri, pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah, Kabupaten Bandung. Pihak kepolisian menyatakan pelaku tak waras dalam penyerangan tersebut.


Kemudian, pada 1 Februari 2018 terjadi penyerangan terhadap Ustad Prawoto yang juga merupakan komandan Brigade Pimpinan Pusat Persis. Serangan oleh tetangga yang disebut mengalami gangguan kejiwaan itu mengakibatkan Prawoto meninggal.


Selain itu ada pula penyerangan terhadap Pastor Edmund Prier dan jemaat Gereja Santa Lidwina, Sleman, Yogyakarta pada Minggu, (11/2) lalu. Pastor Edmund dan dua jemaat terluka akibat serangan menggunakan pedang tersebut. Dalam kasus yang terakhir itu, kepolisian lekas mengindikasikan pelaku terpengaruh paham radikalisme


Terakhir, pada Minggu (18/2) lalu penyerangan yang juga dilakukan pelaku orang gila terjadi pada KH Hakam Mubarok, pimpinan Pondok Pesantren Muhammadiyah Karangasem Paciran, Lamongan, Jawa Timur. Beruntung, penyerangan bisa segera dipisahkan dan pelaku telah diamankan di Polsek Paciran.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore