
Penyakit aneh: Yadi, warga Kecamatan Wajak, menderita penyakit yang membuat tubuhnya ditumbuhi benjolan.
JawaPos.com - Yadi (50), warga Desa Wonoayu RT 2 RW 01, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menderita penyakit yang menyiksanya. Sejak lahir, kuli pencari pasir ini menderita penyakit daging tumbuh--semacam kutil--dengan ukuran beragam, kecil hingga besar. Benjolan lunak ini tumbuh di sekujur tubuh Yadi.
Ditemui wartawan di rumahnya yang semi permanen, Yadi mengaku sedang tidak enak badan. Maka, dia tidak masuk kerja untuk menghidupi keluarganya yang berjumlah empat orang. "Tidak bisa pergi ke babakan (tempat untuk mencari pasir)," kata dia lirih.
Bapak satu anak ini bercerita, jika dia sedang kecapekan, maka benjolan daging yang ada di sekujur tubuhnya terasa nyeri. Bayangkan, satu benjolan saja dia sudah merasakan sakit. Apalagi ini di seluruh tubuh, mulai wajah, dada, tangan, hingga kaki. Yang lebih menyayat hati, di kaki kirinya, dekat dengan mata kaki, terdapat benjolan yang ukurannya sekepala orang dewasa.
Dulunya, benjolan ini kecil, namun seiring berjalannya waktu menjadi besar dan kerap terasa nyeri. Keberadaan benjolan di kaki ini yang membuat dia kesulitan beraktivitas.
Yadi juga bercerita, benjolan besar di atas mata kakinya itu selalu dikerubuti dengan lalat. "Rasanya berat, kalau untuk jalan susah. Mungkin beratnya ada sekitar dua kilogram," keluh dia sembari menunjukkan bagian tubuhnya yang dipenuhi semacam daging tumbuh.
Suami Mistri (45) ini mengaku, sebenarnya dia sudah tidak kuat lagi berkerja. Apalagi dengan benjolan sekepala manusia dewasa yang menghambat langkah kakinya. Belum lagi rasa nyeri pada benjolannya, jika dia tengah kecapekan.
Namun, Yadi mengaku harus tetap bekerja. Apalagi jika bukan untuk menghidupi anak dan istrinya. "Sebenarnya sudah tidak kuat bekerja. Tapi kalau tidak buruh mencangkul atau mencari pasir, mau makan apa," keluhnya.
Himpitan ekonomi Yadi juga membuat anak semata wayangnya, Wahyu Indra, terpaksa harus menepis cita-citanya untuk mengenyam pendidikan. Selepas lulus SD, dia harus menanggalkan seragam dan membantu kedua orang tuanya mencari nafkah. Istri Yadi, juga bekerja sebagai buruh.
Kisah pedih laki-laki gondrong ini tidak berhenti sampai di sini. Meski menderita penyakit ini hampir seumur hidupnya, namun Yadi mengaku belum pernah tersentuh tindakan medis secara serius. Satu-satunya perawatan medis yang pernah dia dapatkan adalah pengobatan di Puskesmas setempat.
Sementara itu, diperiksa dan diobati secara medis dengan serius, Yadi mengaku belum pernah mendapatkannya.
Alasannya, Yadi tidak memiliki biaya untuk mendapatkan pengobatan penyembuhan penyakitnya. Uang hasil buruh sebesar Rp40 ribu hanya bisa digunakan untuk makan.
"Dulu pernah hanya diperiksa di Puskesmas, tapi diobati secara serius belum pernah. Uang apa lagi untuk berobat, Mas?" katanya sedih.
Yadi memang mengaku mempunyai kartu BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) dan KIS (Kartu Indonesia Sehat), namun sejauh ini belum ada perhatian serius dari pemerintah terkait pengobatan dirinya. "Belum ada bantuan atau tawaran untuk melakukan pengobatan seperti operasi. Yah, saya juga ingin sembuh, Mas," katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Wonoayu, Wina Nurnama, S.Sos., M.Si., mengaku jika pihaknya sudah berupaya mengupayakan pengobatan untuk Yadi. "Kami sudah memberikan prioritas pengurusan untuk mendapatkan BPJS dan KIS, serta jika ada pengobatan gratis, Pak Yadi kami ajak serta," kata Wina saat ditemui di kantor desanya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
