
Ilustrasi
JawaPos.com - Lima pemuda tewas tersambar kereta api barang jurusan Pasar Turi Surabaya-Pasar Senin Jakarta di Desa Tigorejo Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal. Sebelum tersambar kereta, mereka nekat menerabas perlintasan sebidang palang pintu kereta api. Dua motor jenis vario dan vega yang dikendarai mereka hancur.
Empat korban meninggal di TKI dan satu korban di rumah sakit. Mereka adalah Nur Faudhil Adha (18), Ali Bin Rohadi (18), Budi (29), dan Son Haji Mahdhon (38). Petugas dari Polres Kendal bersama Satpol PP dan BPBD Kendal mengevakuasi para korban dan membawanya ke RSUD Suwondo Kendal untuk diotopsi.
Informasi yang dihimpun, peristiwa nahas itu terjadi pada pukul 01.40 WIB. Sebelumnya, lima pemuda yang diduga mabuk itu tengah mengendarai dua sepeda motor nopol H 4782 AHD dan nopol H 5323 UH dengan berboncengan dan berjalan dengan suara mesin motor cukup keras di Jalan Raya Pegandon-Puguh.
Mereka berjalan dari arah utara ke selatan. Saat itu, sepeda motor jenis vega dinaiki tiga orang. Sementara sepeda motor vario dua orang. Sesampainya di perlintasan sebidang palang pintu kereta api, kelima pemuda itu mendapati palang pintu perlintasaan terutup, karena ada kereta api di jalur ganda yang akan melintas.
Namun, palang pintu yang menutup itu tidak mereka hiraukan. Hingga akhirnya mereka nekat menerabas dan terjadilah kecelakaan itu hingga menewaskan kelima pemuda tersebut.
Dalam peristiwa itu, tiga pemuda pengendara sepeda motor vega yang dihantam langsung kereta api barang terserat kereta hingga satu kilometer. Sedangkan dua pemuda pengendara motor vario yang motornya hanya menghantam gerbong kereta api barang itu terpental hingga satu meteran lebih tak jauh dari palang pintu sebidang perlintasan kereta api.
Dua motor yang dikendarai para korban hancur. Begitu pula dengan para korban, bahkan ada di antara mereka yang kehilangan anggota tubuhnya akibat tersambar kereta api barang tersebut.
”Sebenarnya para korban itu tahu, kalau palang pintu perlintasan ini ditutup dan bunyi bahwa akan ada kereta api lewat. Bahkan tadi sudah tak ingatkan, ada kereta api akan lewat, tapi mereka justru ngeyel dan malah memaki-maki saya,” ungkap Wagiyo, saksi mata, warga setempat di lokasi yang sebelum kejadian sempat mengingatkan para korban.
Dia menuturkan, oleh tiga pemuda yang naik motor vega, usai kereta api lewat penumpang lewat dari arah barat, palang pintu dibuka paksa dan motor masuk di perlintasan sebidang itu. Salah satu dari mereka teriak pada dua pemuda pengendara vario, aman tak ada kereta.
Lalu motor varionya ikutan masuk, tak lama berselang datang kereta api barang dan menghantam motor vega yang dinaiki tiga pemuda itu. Sedangkan dua pengendara motor vario menabrak gerbong kereta apinya. ”Semua korban dan dua motornya terseret kereta api tersebut,” katanya. (nur/fat/zul/yuz/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
