
Pembangunan fly over di Kota Batam sebagai salah satu cara untuk mengurai kemacetan lalu lintas.
JawaPos.com - Tingginya pertumbuhan penduduk di Kota Batam akan memicu kepadatan yang sangat cepat. Kondisi ini bakal diperkirakan akan menambah deretan kemacetan lalu lintas.
Pasalnya sebagai kota yang memiliki kawasan industri tentunya akan banyak mobilitas masyarakat untuk melakukan perjalanan. Fenomena ini bila tidak diantisipasi dengan cepat, maka kemacetan lalu lintas di Batam bakal hampir sama dengan Jakarta saat ini.
Pengamat transportasi Universitas Internasional Batam (UIB), Atik Wahyuni menuturkan, beberapa tahun belakangan ini Batam mulai akrab dengan sejumlah kemacetan.
Baik itu di simpang-simpang besar seperti Simpang Jam, Simpang Kabil, Simpang Franky, Simpang Indomobil dan lainnya. Hal ini terjadi karena pertambahan jumlah kendaraan melebihi dari pertambahan atau pelebaran jalan.
Kondisi seperti bukan tak mungkin nantinya akan menjadi mata rantai dari kemacetan lalu lintas. Jika tidak diatasi dari saat ini, maka kemacetan di Batam bakal hampir sama dengan di Jakarta.
"Di samping itu, jumlah masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi sangatlah tinggi. Hal ini terjadi karena sistem transportasi kota Batam tidak mampu mengakomodirnya. Keberadaan Trans Batam belum mencukupi. Selain itu banyak masyarakat yang mengeluhkan angkutan umum di Batam," terangnya sebagaimana dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Minggu (11/6).
Menurutnya, angkutan umum yang beroperasi saat ini bisa dikategorikan tidak layak. Begitu juga pelayanannya sangat buruk, sehingga membuat masyarakat enggan menggunakannya. Sehingga pembangunan kereta api rel dinilai merupakan solusi tepat.
Namun, pemerintah perlu juga memikirkan kebijakan pembatasan kendaraan pribadi untuk mensukseskan pembangunan LRT ini. Karena masyarakat Batam sudah terbiasa dengan kendaraan pribadi, maka akan sulit untuk mengajak mereka berpindah ke LRT.
"Jika dibarengi dengan pembatasan penggunaan kendaraan pribadi sehingga pengguna kendaraan pribadi berpindah ke LRT atau moda angkutan umum yang lain bisa teratasi. Jadi satu kebijakan harus didukung kebijakan yang lain. Selain itu perlu edukasi untuk kaum mudanya," tandasnya. (leo/iil/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
