Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 Mei 2017 | 15.13 WIB

Berbuat Baik Lewat Cara Salah, Penjara Imbalannya, Baca Nih!

Pelaku yang ditembak polisi karena melawan saat akan ditangkap - Image

Pelaku yang ditembak polisi karena melawan saat akan ditangkap

JawaPos.com -  Zultrisno alias Reno (31)  terpaksa dilumpuhkan Unit Jatanras Polresta Barelang karena melawanan petugas saat hendak diamankan, Selasa (9/5) dinihari. Ia diringkus petugas, karena mencuri puluhan unit ponsel di toko Brother Jaya, Lucky Plaza.


"Semua yang sama ambil ada dua puluh unit. Saya ditangkap polisi hari Selasa dinihari di rumah," ujarnya di Polresta Berelang seperti ditulis Batam Pos (Jawa Pos Group), Jumat (12/5).


Dijelaskan Reno, uang hasil penjualan ponsel curian itu rencananya akan digunakan untuk membiayai operasi istrinya yang sedang hamil tua. Selain untuk keperluan biaya operasi istrinya, uang itu juga akan ia gunakan untuk membayar hutang-hutangnya.


"Saya ngambil hape itu tanggal 1 Mei. Sementara, istri saya harus di operasi tanggal 2 Mei, kerena sudah lewat sembilan hari usia kandungannya. Dokter bilang  harus di operasi," katanya.


Aksi pencurian Eno itu, dilakukannya pada malam hari saat semua toko ponsel di Lucky Plaza sudah dalam keadaan tutup. Untuk memasuki toko Brother Jaya tersebut, Eno masuk dari toko sebelahnya dengan cara menjebol atap plafon.


"Saya kerja di sebelah toko Brother Jaya itu sebagai tukang service hape. Saya masuknya sekitar jam sepuluh sampai jam sebelas malam," tuturnya.


Setelah berhasil menggondol puluhan unit ponsel dengan berbagai merek itu, Eno langsung menjual ponsel itu kepada temannya seharga Rp. 15 juta. Diakui Reno, pada saat itu ia tidak mempunyai pilihan lain selain mencuri di toko sebelah tempat ia bekerja itu karena waktu yang sudah mepet.


"Mau pinjam sama orang tidak mungkin lagi. Karena hutang-hutang saya sudah banyak sama orang. Jadi terpaksa nyuri," katanya.


Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Agung Gima Sunarya saat dikonfirmasi menyatakan, kasus pencurian ponsel ini masih dilakaukan pengembangan untuk mengumpulkan barang bukti serta menangkap penadah ponsel curian tersebut.


"Barang bukti Hape itu informasinya sudah tersebar di Surabaya dan Kalimantan. Saat ini masih kita kembangkan untuk mengumpulkan barang bukti dan penadahnya siapa," katanya. (cr1/nas/JPG)

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore