
Meski hujan mengguyur, mahasiswa tetap berorasi dan membentangkan spanduk. Suasana kampus Akademi Keperawatan (Akper)
JawaPos.com - Ratusan mahasiswa Akademi Keperawatan (Akper) Pemkot Tegal kembali melakukan aksi demonstrasi di depan Balai Kota Tegal, Selasa (14/3). Mereka mendesak Wali Kota Tegal Siti Masitha segera menandatangani surat merger ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Sehingga, kampus Akper tidak perlu ditutup.
“Kami mendesak wali kota, agar secepatnya mengirim surat ke Kemenkes, karena deadline-nya sudah sangat mepet,” kata Koordinator Aksi Imam Fatkhu Rizky.
Mahasiswa meyakini, apabila Akper bisa terus berdiri sebagai kampus yang melahirkan perawat-perawat handal, maka dapat turut berkontribusi terhadap pembangunan kesehatan. Imam tidak bisa membayangkan jika Akper yang kini memiliki ratusan mahasiswa, pada akhirnya tutup.
“Tentu kami sangat kecewa, dan boleh jadi tingkat kesehatan di kota ini akan menurun. Sebab, sudah sejak dulu lulusan Akper banyak mengabdikan dirinya di Kota Tegal dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” jelasnya.
Dalam aksinya, mahasiswa membentangkan sejumlah spanduk yang bertuliskan permintaan merger ke Kemenkes. Mereka juga membawa puluhan pamflet dengan isi tulisan yang beragam, misalnya seperti ‘Jangan Gantungkan Masa Depan Kami’, ‘Digantung Sakit Pak Bu’, ‘Bunda Jika Sayang Kami Mergerkan Kami ke Kemenkes’, dan lainnya.
Di bawah terik matahari di depan Balai Kota, mahasiswa sempat melakukan aksi yang mengundang perhatian. Mereka rela tidur dan menyungkurkan diri di aspal, sebagai isyarat keseriusan permohonan supaya merger ke Kemenkes dapat dikabulkan. “Merger bagi kami harga mati. Kami berharap dukungan semua pihak,” ujar Imam lagi.
Aksi mahasiswa dijaga petugas kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Ketua Ikatan Keluarga Mahasiswa Akper Sri Fajar Anggraeni bersama sejumlah rekannya sempat berdialog dengan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Yusmana untuk meminta bertemu Plt Direktur Akper Wiharto. “Pak Wiharto susah ditemui, kami ingin menglarifikasi surat merger,” kata Sri.
Di depan mahasiswa berhijab itu, Yusmana lalu memutuskan menelepon Wiharto. Dari telepon selulernya diketahui yang bersangkutan sedang ada acara. Yusmana lalu menyampaikan Plt Kepala Dinkes Suharjo bersedia menemui di kampus. Namun karena tidak kunjung ditemui di Balai Kota, mahasiswa lebih memilih bergerak ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal.
Sri menegaskan, seluruh mahasiswa Akper memutuskan mogok kuliah, sejak Jumat lalu. Dalam situasi seperti ini, mahasiswa mengaku tidak konsen belajar di kampus. Sri dan mahasiswa lainnya akan terus memperjuangkan agar Akper dimerger ke Kemenkes dan terhindar dari penutupan. Mahasiswa menyatakan bakal mengadakan aksi yang lebih besar lagi. (nam/ela/yuz/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
