
Ilustrasi
JawaPos.com- Nasib nahas menimpa Felisya Nanda Putri. Pelajar taman kanak-kanak (TK) asal Kelurahan Pakunden, Kecamatan Pesantren, Kediri itu tewas karena tersetrum listrik. Insiden tersebut terjadi di ruang tamu rumahnya sekitar pukul 10.00 Rabu (15/2). Felisya yang baru berusia lima tahun harus meregang nyawa karena bermain colokan stopkontak yang teraliri arus listrik.
Supriyo, 30, ayah Felisya, dan Puji Rahayu, 27, ibu korban, masih terlihat shock dan tak tahan menitikkan air mata. Saat menuju pemakaman, Supriyo menggendong anak tercintanya tersebut dengan masih menangis. Beberapa tetangga pun tidak menyangka anak sekecil itu meninggal karena kesetrum. ”Ya semua kaget Mas, tidak menyangka,” terang Hariono, 36, warga sekitar.
Dia menjelaskan, insiden tersebut bermula saat Felisya bermain sendirian di ruang tamu rumahnya. Sementara itu, Puji memasak di dapur, sedangkan Supriyo bekerja di luar rumah. Saat bermain tanpa pengawasan orang tua itulah, Felisya mengambil kunci motor ibunya di meja dan memegangnya untuk mainan.
Kemudian, bocah kecil tersebut memasukkan kunci motor ke colokan stopkontak oloran yang menancap di aliran listrik. ”Karena penasaran, secara tidak sengaja kunci yang terbuat dari besi itu dimasukkan ke lubang stopkontak,” jelas Hariono.
Kaget, Felisya yang kesetrum tersebut langsung terkejut serta lemas. Beberapa saat kemudian, Puji baru mengetahui anaknya terkulai lemas dan tidak sadarkan diri. Merasa panik, dia dibantu para tetangganya mengantarkan Felisya ke Puskesmas Pesantren.
Sayang, saat perjalanan, Felisya tidak bisa bertahan dan mengembuskan napas terakhir. ”Kami datang ke TKP (tempat kejadian perkara, Red) saat tahu ada anak meninggal akibat tersetrum itu,” ungkap Kapolsek Pesantren Kompol Sucipto.
Dengan dibantu Tim Identifikasi Reskrim Polres Kediri Kota, polisi melakukan olah TKP dan menanyai beberapa saksi. Selain itu, petugas memeriksa tubuh korban dan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.
Polisi hanya menemukan sedikit luka bakar di jari tangan Felisya karena tersetrum tersebut. ”Kami juga meminta verifikasi dari pihak puskesmas,” terang polisi berpangkat melati dua itu.
Sucipto menambahkan, saat jenazah hendak diotopsi, pihak keluarga keberatan. Mereka membuat pernyataan tidak akan menuntut siapa pun karena menyadari bahwa insiden tersebut murni kecelakaan.
Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa stopkontak itu. ”Masih terus kami dalami kasus ini,” tegas Sucipto. (fiz/c25/end)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
