
Anggota kepolisian melakukan evakuasi jasad korban gantung diri di belakang Kompleks Mawar Putih, Kelurahan Koronggadang, Kuranji Padang.
JawaPos.com - Warga Kompleks Mawar Putih, Kelurahan Koronggadang, Kuranji, Padang, Senin (13/2) sekitar pukul 06.30 WIB digegerkan dengan penemuan sesosok mayat tergantung di pohon nangka.
Diketahui jasad gantung diri itu bernama Marzuki, 48, warga Durian Tigo Batang RT 02 RW V, Kelurahan Koronggadang Kecamatan Kuranji yang sehari-hari berprofesi sebagai buruh bangunan.
Dilansir Padang Ekspres (Jawa Pos Group), Marzuki ditemukan tak bernyawa sekitar 200 meter dari rumahnya. Saat itu korban telah tergantung, leher korban dililit tali jemuran dan jarak kakinya dari tanah sekitar 50 cm. Penemuan itu langsung diberitahukan warga Polsek Kuranji. Saat diidentifikasi, korban diturunkan dari pohon nangka kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar untuk dilakukan visum luar.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh Afni, 61, seorang warga yang rumahnya tak jauh dari lokasi kejadian. Saat itu dia membuka pintu belakang rumahnya. Semula dia mengira korban sedang memancing. “Awalnya saya kira orang memancing, tidak beberapa lama kemudian saya lihat lagi orang itu masih di posisi yang sama. Merasa aneh saya mendekati dan melihat korban tergantung,” ucapnya.
Spontan Afni berteriak sambil berlari ke permukiman warga untuk memberitahukan penemuannya itu. Warga sekitar langsung berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian. “Saya sering melihat korban memancing di kawasan aliran sungai ini, korban ini ramah dan suka menyapa,” ucap Afni.
Sementara itu, adik korban, Imam Gazali mengatakan dia mendapatkan informasi kakaknya gantung diri dari warga. “Saya diberitahu warga. Saat sampai di lokasi saya lihat Abang saya tergantung di pohon nangka. Sepengetahuan saya, dia tidak pernah mengeluh, dan tidak ada masalah. Kalau ada masalah, pasti dia memberitahu saya. Saya dengan korban memang sangat dekat,” katanya.
Marzuki sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan, dan sejak beberapa minggu belakangan korban tidak memiliki pekerjaan. “Dia sangat dekat dengan saya, kalau korban tidak ada uang, dia datang ke rumah, dan saya kasih. Kalau tidak ada beras, korban juga datang. Bahkan seminggu yang lalu saya dengan korban sempat memancing bersama dan korban tidak ada masalah dan terlihat biasa saja,” aku Imam.
Sementara itu, Kapolsek Kuranji Kompol John Priono mengatakan, dari penyelidikan secara fisik di tubuh korban tidak ada ditemukan tanda kekerasan. Diduga korban murni bunuh diri. “Latar belakangnya masih diselidiki karena dari beberapa informasi yang diperoleh selama hidupnya korban tergolong orang yang tertutup,” sebut John Priono. (cr17/iil/JPG)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
