
DIHAPUS: Salah satu gambar palu arit di kerangka besi Jembatan Lempong, Kecamatan Proppo, Pamekasan, kemarin.
JawaPos.com - Jamaah Masjid Al-Ikhlas di Desa Billaan, Kecamatan Proppo, Pamekasan, Jatim geger. Salah seorang jamaah menemukan gambar palut arit di kamar mandi saat hendak mengambil wudu kemarin (9/2). Tiga gambar partai terlarang ini menempel di dinding salah satu kamar mandi. Sangat mungkin ada orang yang mengecat gambar itu dengan cetakan.
Sebab, bentuk tiga gambar tersebut sangat mirip. Dugaan sementara, gambar itu dicat orang tak dikenal saat tengah malam. Indikasinya, gambar tersebut ditemukan saat waktu salat Subuh. Sebelumnya, tidak ada gambar itu.
Sekretaris Takmir Masjid Al-Ikhlas Agus Mulyono menceritakan, waktu subuh ada jamaah masjid yang masuk ke kamar mandi untuk berwudu. Gambar palu arit dengan cat merah tersebut kemudian ditemukan. Lalu, jamaah itu melapor kepada takmir.
Setelah dicek, ternyata benar, gambar tersebut menyerupai lambang Partai Komunis Indonesia (PKI). Karena itu, takmir masjid melapor kepada aparat desa yang kemudian dilanjutkan kepada aparat kepolisian.
Sekitar pukul 07.00, sejumlah petugas datang. Prajurit TNI juga tiba di lokasi. Mereka memutuskan untuk menghapus gambar tersebut. "Kami langsung melapor. Sebab, gambar ini sangat dilarang," kata Agus.
Setelah menghapus gambar di kamar mandi masjid itu, polisi, TNI, dan masyarakat mengecek sejumlah lokasi sekitar. Hasilnya, gambar serupa ditemukan di titik yang berbeda. Dua gambar menempel di kerangka Jembatan Lempong sekitar 50 meter dari masjid. Satu titik lagi berada di sebelah barat masjid. Semua gambar langsung dihapus aparat kepolisian.
Agus berharap penegak hukum makin gencar melakukan pengamanan. Apalagi, kebangkitan komunis sangat ditentang negara. Dibutuhkan kewaspadaan tinggi terhadap peredaran atribut-atribut itu.
"Kami tidak memiliki kecurigaan apa pun terhadap warga sekitar. Sebab, saya pastikan bersih dari komunis. Saya berharap masyarakat waspada. Jika ada yang mencurigakan, segera laporkan kepada aparat berwajib," katanya.
Di lokasi, Kapolsek Proppo AKP Ali Akbar menanggapi santai adanya gambar tersebut. Menurut dia, gambar itu hanya dibuat orang iseng. Pihaknya telah melakukan penyelidikan, tapi masyarakat yang terlibat dalam pusaran partai terlarang tersebut belum ditemukan. "Kami pastikan masyarakat kondusif," ujarnya.
Ali meminta masyarakat tidak menanggapi gambar itu terlalu serius. Masyarakat diminta tetap menjaga lingkungan agar tetap kondusif. "Tidak usah ditanggapi. Hanya orang mencari sensasi," katanya.
Ketua GP Ansor Pamekasan Fathorrahman menjelaskan, hampir tidak mungkin ada simpatisan PKI di Kota Gerbang Salam. Dia sangat yakin tidak mungkin ada pihak yang mencoba menghidupkan kembali partai terlarang tersebut. Mungkin pelaku hanya ingin mengadu domba atau menjustifikasi bahwa partai itu segera bangkit. (pen/luq/c24/diq)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
