Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 Februari 2017 | 16.15 WIB

Kisah Bu Guru Bandung yang Linglung Gara-gara Medsos, Tiba-tiba Ada di Perkebunan Kalimantan

KORBAN HIPNOTIS: Enung Lestari (jilbab biru) saat berada di Polsek Balikpapan Utara. Terlihat satu personel polisi mencoba menghubungi keluarganya - Image

KORBAN HIPNOTIS: Enung Lestari (jilbab biru) saat berada di Polsek Balikpapan Utara. Terlihat satu personel polisi mencoba menghubungi keluarganya

JawaPos.com – Zaman sekarang, media sosial sudah menjadi kebutuhan hidup bagi sebagian orang. Tapi hati-hati, dampak dari medsos ada juga yang negatif. Misalnya, digunakan para pelaku kejahatan. Seperti yang terjadi pada Enung Lestari, 33, guru honorer di Bandung, Jawa Barat. Gara-gara tertipu lewat medsos, dia harus luntang-lantung selama tiga hari berjalan kaki dari Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara, ke Balikpapan.



Enung menceritakan, awalnya, dirinya berteman dengan seorang pria dari Facebook. Perkenalan berlanjut ke hubungan lewat telepon genggam, hingga akhir Januari lalu dia diminta bertemu di salah satu terminal bus Leuwi Panjang, Bandung. Lepas dari itu, dia menyebut hilang ingatan dan tidak ada bertatap muka dengan pelaku.



"Saat sadar saya sudah di jalan dekat kebun karet. Lihat ada anak kecil perempuan, saya ingat anak saya. Saya terus jalan kaki 3 hari 3 malam. Tiap bertemu masjid saya salat, cuci baju, kering saya pakai lagi," cerita Enung dengan raut wajah masih kebingungan saat ditemui di  Polsek Balikpapan Utara, Selasa (7/2). 



Enung mengungkapkan, ketika sampai di Kilometer 4 Balikpapan Utara, dirinya ditawari tukang ojek yang melintas. Kepada tukang ojek tersebut, Enung menceritakan kejadian yang menimpanya. Tukang ojek kemudian membawa Enung ke Polsek Balikpapan Utara dan diberi uang saku oleh tukang ojek tersebut Rp 20 ribu.



Enung menerangkan, selama dalam pengaruh hipnotis, dirinya kehilangan uang hingga Rp 12,7 juta yang disetorkan ke pelaku sebanyak empat kali. Yakni Rp 4 juta, Rp 6 juta, kemudian Rp 2 juta dan terakhir Rp 700 ribu. Dia ingat, uang tersebut disetorkan saat berada di terminal.



"Ngakunya dia (pelaku) kerja di pelayaran dan kehilangan barang-barangnya jatuh ke laut. Dia minta uang ke saya biar bisa pulang dari Batam ke Bandung," tambah Enung.



Sementara itu, keterangan Kapolsek Balikpapan Utara AKP Sopyan, korban saat diantar tukang ojek masih dalam kondisi linglung. Oleh polisi dibantu untuk memulihkan kondisinya. Polisi yang mencari alamat korban menemukan sebuah nomor handphone di buku saku yang dibawa korban dan berhasil menghubungi kakak korban. 



"Dari keterangan keluarga, korban sudah dinyatakan hilang selama 10 hari. Lantas kami bantu proses pemulangan dan pukul 14.40 (Wita) ini (kemarin) dari Bandara Sepinggan ke Bandara Soekarno-Hatta. Di sana sudah ada keluarga yang menunggunya," ujar AKP Sopyan. (*/rdh/rsh/k8)

Editor: Thomas Kukuh
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore