Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 Februari 2017 | 00.41 WIB

Alamak, Siswa SMP ini Ketahuan Janjian 'Ngamar' dengan Cewe Sebayanya

Terpergok: Petugas satpol PP memberi pembinaan pada tiga siswa SMPN yang terjaring razia di mako, Jl Veteran, Kota Kediri, Senin (6/2). - Image

Terpergok: Petugas satpol PP memberi pembinaan pada tiga siswa SMPN yang terjaring razia di mako, Jl Veteran, Kota Kediri, Senin (6/2).

JawaPos.com - Inilah isi data pada ponsel milik salah satu siswa SMPN di Kota Kediri. Selain gambar dan video porno, juga beberapa pesan singkat yang isinya janjian ngamar dan melakukan 'ha ha hi hi' bersama teman cewe sebayanya di tempat kost.


Isi data ponsel terungkap, saat  Satpol PP Kota Kediri melakukan operasi rutin menjaring pelajar bolos pada jam sekolah. Petugas lalu mendapatkan tiga siswa. Mereka tertangkap basah saat cangkruk di Sumber Cakarsi, Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren saat jam pelajaran sekolah.


Para siswa itu adalah La, 15, asal Pesantren; Da, 15, asal Kota Kediri, dan Im, 16, asal Pesantren. Kedoknya tetap terendus petugas meski ketiganya sudah mengganti seragamnya dengan pakaian bebas.


“Kami amankan saat asyik nongkrong di salah satu warung di Sumber Cakarsi,” terang Ali Mukhlis, Plt Kepala Satpol PP Kota Kediri, melalui Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Nurkhamid, Senin (6/2).


Dari pengamatan Jawa Pos Radar Kediri, tim satpol PP melakukan patroli rutin sekitar pukul 09.30 WIB. Mereka menyasar tempat-tempat yang rawan disalahgunakan para pelajar bolos. Ternyata benar, di Sumber Cakarsi tampak tiga anak usia sekolah sedang asyik bersenda-gurau di warung kopi. Meski sudah mengganti pakaian seragam dengan kaus dan celana jins, petugas tetap curiga mereka siswa yang membolos.


Saat dimintai keterangan dan dicek isi tasnya, ternyata ketiganya adalah siswa-siswa kelas IX SMPN di Kota Kediri. Mereka sempat mengibuli petugas dengan mengaku dari SMP swasta. Namun saat sekolah yang bersangkutan dihubungi, para pelajar ini akhirnya mengaku dari SMPN. “Tidak ada perlawanan, mereka manut ketika kita bawa ke mako satpol PP,” tambah Nurkhamid.


Ironisnya, dua dari tiga anak tersebut membawa telepon seluler (ponsel) berisi konten porno. Handphone (HP) itu milik Da dan Im. Ada yang berupa video dan gambar-gambar perempuan bugil.


Im mengaku, mendapat gambar porno tersebut dari teman blackberry messenger (BBM). Bahkan ada riwayat percakapan Im dengan seorang perempuan yang diperkirakan teman sebaya. Sekilas diketahui keduanya membuat janji untuk bertemu di salah satu kos-kosan di luar kota dan hendak melakukan perbuatan mesum. “Sungguh sangat memprihatinkan, padahal mereka ini mau ujian akhir,” tambah PNS berlatar belakang guru tersebut.


Ketiga siswa itu tampak diam dengan wajah pucat saat diberikan pembinaan di mako satpol PP, Jl Veteran, Kota Kediri. Saat ditanya, mereka hanya diam saja. Terkait dengan sanksi, Nurkhamid menjelaskan bahwa pihaknya hanya memberi hukuman menyanyikan lagu Indonesia Raya. “Sanksi lebih lanjut kita serahkan ke pihak sekolah karena mereka tertangkap saat jam sekolah,” tandasnya.


Nurkhamid menyatakan, pihaknya akan terus patroli demi menciptakan situasi Kota Kediri yang kondusif. Apalagi Kota Tahu sudah ditetapkan sebagai kota layak anak dan aturannya sudah terpapar dalam Perda Nomor 1/2016 tentang Kota Layak Anak.


“Makanya kita upayakan mengurangi peluang-peluang terjadinya tindak asusila anak-anak maupun prostitusi terselubung,” pungkasnya. (dna/ndr/die/JPG)  

Editor: Soejatmiko
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore