Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Januari 2017 | 14.24 WIB

Orang Tua Korban Mapala Maut UII: Sudahlah, Jangan Ada Lagi Seperti Ini

(Foto Semasa Hidup) Fadli,20, mahaiswa UII yang tewas saat mengikuti The Great Camping (TGC) di Tawangmangu, Jawa Tengah, Jumat (20/1) lalu. - Image

(Foto Semasa Hidup) Fadli,20, mahaiswa UII yang tewas saat mengikuti The Great Camping (TGC) di Tawangmangu, Jawa Tengah, Jumat (20/1) lalu.

JawaPos.com - Orang tua mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta saling memberikan dukungan terhadap duka yang menimpa mereka. Seperti halnya Adi Suryanto, orang tua dari Muhammad Fadli (20).


Rencananya Adi Suryanto akan bertolak ke Yogyakarta untuk menyelesaikan masaalah anaknya di kampus UII setelah tahlilan tujuh hari  meninggalnya si buah hati. Selain itu dia akan bertemu dengan orang tua korban meninggal lainnya pada saat mengikuti The Great Camping (TGC) itu di Tawangmangu pekan lalu.


Dia berharap pihak kepolisian bisa menuntaskan kasus tewasnya anak pertamanya  itu.  "Mereka (kampus) sudah undang kami, namun saya tunggu selesaikan dulu acara yang di sini," kata Adi seperti yang dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Kamis (26/1).


Pihak keluarga Fadli berencana akan menggelar doa tahlilan tujuh hari Sabtu (28/1) malam nanti. "Nunggu nujuh hari dulu, mungkin Senin kami berangkat," katanya.


Pascakematian anaknya, Adi terus berkomunikasi dengan orang tua korban meninggal asal Sleman. Mereka saling memberi dukungan dan mengucapkan duka.


"Mereka keluarga Assyam berencana menempuh langkah hukum. Jika mereka ingin langkah hukum, saya hanya mendukung saja, dan menuntut pengungkapan kasus hingga tuntas, termasuk bagi mereka tersangka dan pihak kampus sendiri," tuturnya.


Menurutnya tindakan itu penting, agar hal serupa tidak terjadi lagi dan menimpa mahasiswa UII dan kampus lainnya. "Sudah lah, jangan ada lagi yang seperti ini," harapnya.


Dia berharap beberapa barang-barang anaknya bisa kembali termasuk yang dibawanya saat mengikuti kegiatan TGC) tersebut. "Saya masih nunggu telepon genggamnya Fadli, sekalian sama barang-barangnya," kata perempuan 42 tahun ini.


Adi Suryanto menuturkan, tiga hari sebelum meninggal, Fadli terus menerus menghubunginya. "Biasanya jarang, pasti ibunya yang hubungi. Nah, tiga hari sebelum kejadian, dia terus telepon, dan bilang dia jadi ikut TGC, bapak sama ibu jangan mikir macem-macem," kata Adi sambil menirukan perkataan Fadli.


Anak pertama dari tiga bersaudara itu juga terus meyakinkan dirinya, bahwa kegiatan ini akan berjalan dengan lancar. "Jadi saya diminta jangan khawatir," kenangnya dengan mata berkaca-kaca.


Dia menceritakan, tidak ada firasat yang ketara yang dirasakan, sebelum kepergian pria kelahihan 23 Agustus 1997 tersebut. Lulusan SMKN 1 Batam ini juga berencana pulang pertengahan Februari ini. "Karena libur, makanya dia mau pulang, tapi mau nyelesain tugas kampus dulu," cerita ibunda Fadli, Ngazlinar. (cr17/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore