
Angin puting beliung menyerbu sejumlah wilayah di Buleleng Bali
JawaPos.com - Musibah angin puting beliung kembali menerjang Buleleng. Setelah sebelumnya menerjang Desa Pakisan di Kecamatan Kubutambahan, Selasa (17/1), puting beliung terjadi di wilayah Desa Pemaron hingga ke wilayah Kelurahan Sukasada. Akibatnya sejumlah rumah warga rusak. Bahkan, markas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng ikut rusak diterjang angin ribut.
Musibah angin puting beliung itu terjadi sekitar pukul 16.30 kemarin. Saat itu mendadak terdengar suara pusaran angin dan empasan atap seng di sekitar wilayah Desa Pemaron. Diduga angin datang dari arah laut menuju ke Desa Pemaron. Saat melintas di Desa Pemaron, kantor BPBD Buleleng menjadi sasaran pertama.
Sejumlah rumah warga yang ada di wilayah Banjar Dinas Dangin Margi, tepatnya di belakang kantor Perbekel Pemaron ikut menjadi korban. Di Desa Pemaron saja, ada delapan bangunan rumah dan satu bangunan kantor yang mengalami kerusakan. Rumah warga yang rusak yakni milik Dewa Putu Ariawan, 40, yang sanggah-nya mengalami kerusakan.
Dewa Made Kembar, 55, atap rumah serta bale sakepat hancur. Dewa Ketut Karuna, 42, atap genteng rumah dan atap kanopinya rusak. Serta Dewa Ketut Arina, 40, yang plafon kamarnya jebol. Ada pula Desak Parmi, 56, atap rumah dan kamar mandinya jebol. Ketut Purna, 79, atap kamar dan ruang tamu jebol. Dewa Nyoman Semadi, atap kamar tidur dan gentengnya ambruk. Terakhir Nyoman Gede, 57, atap genteng bale bengong ambruk.
Selain di Desa Pemaron, puting beliung juga menerjang rumah warga di Banjar Dinas Babakan, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada. Rumah milik Gede Tirta, mengalami kerusakan setelah atapnya diterjang angin. Tembok rumahnya juga rusak karena tertimpa pohon.
Sementara di Lingkungan Sangket, Kelurahan Sukasada, Kecamatan Sukasada, rumah milik Ketut Ganti juga mengalami kerusakan yang cukup parah. Atap rumahnya rusak berat pasca terkena angin ngelinus.
Kepala Pelaksana BPBD Buleleng Made Subur mengatakan, musibah angin puting beliung di wilayah Kota Singaraja itu memang cukup parah. Karena ada banyak rumah yang terkena angin. “Termasuk markas BPBD juga rusak. Gudang kami atapnya rusak kena angin. Tadi waktu ada angin puting beliung memang suara atapnya gaduh sekali. Staf bilang pavingnya diterbangkan angin. Setelah dicek, ternyata atap gudang kami juga diterbangkan angin,” ujar Subur.
Pasca kejadian tersebut, staf BPBD Buleleng langsung menelusuri kerusakan-kerusakan yang terjadi di wilayah Kabupaten Buleleng. “Personel masih di lapangan, tapi rata-rata sudah tertangani. Kerusakan paling parah itu ada di Pemaron, karena kerusakan rumahnya cukup parah. Sementara ini karena cuacanya masih ekstrem, kami sarankan mengungsi. Khawatirnya kalau hujan, malah tambah parah masalahnya. Besok (hari ini, Red) kami suplai bantuan terpal dan lainnya, untuk penanganan sementara,” tukas Subur. (eps/mus)

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Start P7 di Sirkuit Assen! Veda Ega Pratama Bongkar Penyebab Crash di Practice Moto3 Belanda 2026
