
Ilistrasi
JawaPos.com - Dua warga Filipina yakni Lino Kalbi (27) dan adiknya Al-Jarie Kalbi (17) terhanyut di perairan Pulau Sibutu. Awalnya, keduanya berniat ingin membantu anak Lino yang sedang sakit di Pulau Sibutu, namun kapal yang ditumpangi mengalami kendala mesin hingga masuk dalam ke Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia.
Asisten operasi Danlantamal XIII Letkol Laut (P) Sandharianto mengatakan, kedua warga negara Filipina ini berangkat dari Lamiun, Pulau Bongao Tawi-tawi menuju Setangkai, lalu menuju Pulau Sibutu. Mereka membawa uang sekitar 3000 peso yang akan diserahkan ke keluarga untuk biaya pengobatan sang anak.
Namun, di tengah perjalanan mereka mengalami kendala mesin, sampai hanyut masuk wilayah ZEE. Beruntung, saat itu KRI Ahmad Yani-351 sedang dalam patroli di wilayah perbatasan. Lalu dijelaskan Komandan KRI Ahmad Yani-351, Letkol Laut (P) Setyawan kepada Asisten operasi Danlantamal XIII Letkol Laut (P) Sandharianto, bahwa saat mereka ditemukan di laut dalam kondisi lemah terbaring dan hanya bisa melambaikan bendera untuk meminta tolong saja.
“Jadi mereka kami angkat ke dalam kapal dengan kondisi lemah dan mengalami dehidrasi, Kejadian ini bukan masalah pelanggaran, kami menolong mereka karena mereka terombang ambing,” ujar Sandharianto dikutip dari Radar Tarakan (Jawa Pos Group), Senin (9/).
Menurut Sandharianto, saat ini akan dilakukan pengecekan kondisi fisik dari kedua warga Filipina tersebut, karena selama 4 hari mereka terombang-ambing di laut hingga mengalami dehidrasi.
“Kondisinya sekarang cukup sehat karena sudah dibantu oleh kru dari tim kesehatan dari KRI Ahmad Yani-351, nantinya kami bawa ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Ilyas untuk dilaksanakan penanganan lebih lanjut,” tutur Sandharianto.
Untuk proses lebih lanjut, nanti pihak Danlantamal XIII Tarakan, akan tetap berkoordinasi dengan pihak dari Konjen Filipina di Tarakan, Sergeant major Penafiel. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi, yang nantinya akan diserahkan kepada bagian Imigrasi untuk proses lebih lanjut dalam pemulangan mereka ke negara asal.
“Sementara mereka akan kami tempatkan di Lantamal untuk menunggu proses lebih lanjut,” ungkap Shandarianto. (*/yus/nri/fab/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
