Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 7 Januari 2017 | 08.35 WIB

Kerinci - Sungai Penuh Diterjang Banjir, Longsor, dan Puting Beliung

Hujan lebat menyebabkan longsor di sejumlah wilayah di Kab Kerinci dan Sungai Penuh - Image

Hujan lebat menyebabkan longsor di sejumlah wilayah di Kab Kerinci dan Sungai Penuh

JawaPos.com KERINCI- Hujan dan angin kencang yang mengguyur wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh sejak Rabu (4/1) kemarin hingga Jumat (6/1) malam mengakibatkan bencana banjir dan  tanah longsor.


Hujan yang tak henti-hentinya sepanjang tiga hari terakhir membuat debit air di    Sungai Batang Merao, dan Sungai Siulak meluap. Akibatnya, Ratusan rumah di Kabupaten Kerinci dan Sungai Penuh diterjang banjir.


Sejumlah daerah yang mengalami kebanjiran, untuk Kabupaten Kerinci yakni di Kecamatan Kayu Aro, Kecamatan Siulak, kecamatan Depati VII, Kecamatan Air Hangat Timur, Kecamatan Gunung Kerinci, dan Kecamatan Air Hangat. Sementara diwilayah Kota Sungai Penuh yakni di Kecamatan Hamparan Rawang, kecamatan Tanah Kampung, dan Kecamatan Sungai Penuh.


Yal, salah seorang warga Lubuk Suli kepada harian ini mengatakan, banjir yang menerjang Kecamatan Depati Tujuh, disebabkan hujan terus turun dalam beberapa hari terakhir. "Air Sungai Batang Merao naik. Ketinggian air setinggi lutut orang dewasa," ujarnya.


Ditambahkannya, selain Desa Lubuk Suli, desa disekitarnya juga terkena banjir akibat luapan Sungai Batang Merao. Diperkirakan ada ratusan rumah yang terendam.


Tidak hanya banjir, di beberapa daerah juga terjadi longsor. Ini seperti yang terjadi di Desa Batu Ampar dan Bedeng Dua, yang sudah merusak rumah warga akibat terjangan material longsor.


Sri Dani warga Kayu Aro kepada harian ini mengatakan kejadian tanah longsor tersebut terjadi pada pukul 03.00 wib dini hari, diakibatkan curah hujan yang cukup tinggi. "Memang dua rumah tersebut berada dibawah tebing yang mudah longsor," ujarnya.


Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun rumah korban dipastikan rusak parah. "Rumah satunya hampir seluruhnya tertimbun longsor, sementara rumah satunya lagi, hanya bagian dapur yang terkena," ungkapnya.


Sementara itu Pelakasana harian Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kerinci Evi Rusmiyanto,  saat dikonfirmasi harian ini membenarkan adanya ratusan rumah yang direndam banjir di Kerinci. "Ada enam kecamatan yang baru melaporkan kepada kita. Enam kecamatan itu di wilayah Kerinci Mudik semua, sedangkan Kerinci Hilir belum ada laporan," kata Evi seperti dikutip Jambi Ekspres (Jawa Pos Group), Sabtu (7/1).


Selain itu, di Kota Sungaipenuh juga mengalami bencana banjir dan longsor. Seperti di ruas jalan Sungaipenuh menuju Tapan Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Sumatra Barat mengalami longsor, Jum'at pagi (6/1) kemarin. Informasi yang berhasil dihimpun harian ini longsor terjadi di empat titik yakni di ruas jalan KM 6, KM8, KM 25 dan KM 29. Akibat longsor ini membuat jalur Puncak-Pessel lumpuh total.


Longsor juga terjadi di 4 titik di puncak jalan lintas via Sungai Penuh-Tapan yakni KM 6, Km 8, Km25, KM 29. "Ada 4 titik longsor dipuncak. Saat ini kami sudah koordinasi dengan pihak PU agar mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor yang meninbun jalan," ujar Kasat Lantas Polres Kerinci Suparyanto.


"Warga diharapkan mengambil jalan alternatif lain terlebih dahulu. Karna, hingga saat ini jalan masih lumpuh," tambahnya.(adi/nas/JPG)

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore