Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 November 2016 | 21.24 WIB

Banyak yang Tak Menyangka Mujahidin Tewas Mengenaskan, Istrinya Histeris

Jenazah Bripka Mujahidin dievakuasi dari rumahnya untuk dibersihkan di RSUD Soedarso, Rabu (16/11) sore. - Image

Jenazah Bripka Mujahidin dievakuasi dari rumahnya untuk dibersihkan di RSUD Soedarso, Rabu (16/11) sore.

JawaPos.com - Banyak yang tak menyangka Kanit Provos Polsek Segedong, Mempawah, Bripka Mujahidin, tewas mengenaskan. Dia ditemukan tak bernyawa dan membusuk di rumahnya, Kompleks Bhayangkara, Sungai Raya Dalam, Kubu Raya, Kalbar, Rabu (16/11) pukul 13.30.



Jenazah Mujahidin ditemukan pertama kali oleh Albert Simbiring, tetangganya yang berjarak tiga rumah dari tempat tinggalnya. Saat diidentifikasi, petugas kepolisian tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh bapak dua anak ini.



Di mata tetangga, Mujahidin dikenal sebagai warga yang ramah dan suka berbagi. Di luar jam dinasnya, ia memanfaatkan waktu bercocok tanam di pekarangan rumahnya, nomor empat dari ujung. Sementara di seberang rumahnya dipagari pagar beton, tak ada rumah lain. 



“Dia orang ramah dan baik. Kadang kami diberi hasil tanamannya. Dia di sini tinggal sendiri, saya tak pernah lihat istrinya,” kata Albert dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Kamis (17/11).



Sementara itu, ketika jasad Mujahidin ditemukan, seorang wanita berjilbab hijau tampak histeris di teras rumah cat pink dan kuning itu. Ia yang berada di antara beberapa wanita lainnya merupakan istri Mujahidin yang tinggal di Jalan Pancasila, Gang Hidayah, Pontianak Kota.



Wanita itu pun diketahui sebagai dosen di salah satu Akademi Kebidanan Pontianak. Tangis tak terbendung ketika jenazah Mujahidin dievakuasi dan dibawa ke RSUD Soedarso untuk dibersihkan. Sanak keluarga lainnya mencoba menenangkan istri Mujahidin yang mulai lunglai.



Kapolres Mempawah, AKBP Dedi Agustono juga hadir di lokasi. Ia mengatakan, Bripka Mujahidin memang anggota Polsek Segedong yang menjabat sebagai Kanit Provos.



“Memang, selama empat hari ini yang bersangkutan tidak masuk kerja. Kami tidak tahu, karena tidak ada kabar berita. Kami juga mencari dan menghubungi, namun tidak ada kabar,” katanya.



Dia tak menyangka bahwa anggota yang dicari-cari itu sudah tiada. “Kesehariannya dikenal cukup baik dalam melaksanakan tugas. Meski sering sakit-sakitan, semangat pengabdiannya juga tinggi,” ujar perwira dua melati itu.



Dedi menambahkan, di mata teman sekantornya, Mujahidin dikenal memiliki kepribadian yang tertutup. Sehingga tak semua orang tahu soal penyakit komplikasi yang dideritanya.



“Yang saya ketahui, dia mempunyai riwayat penyakit komplikasi. Pernah juga dioperasi pada kakinya,” ujar Dedi.



Kini jenazah Bripka Mujahidin sudah dibawa ke kampung halamannya di Kecamatan Tebas, Sambas untuk dimakamkan. (oxa/amb/fab/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore