
Ilustrasi
JawaPos.com BENGKULU- Raju Sanjaya (10), bocah kelas 3 SDN 41 Kota Bengkulu diduga tewas setelah tenggelam digulung ombak saat mandi di sekitaran Pantai Panjang Ujung, tepat di depan Hotel Pasir Putih, Minggu (6/11) sekitar pukul 10.00 WIB.
Sebelum tenggelam, korban diketahui pergi ke pantai dengan satu orang temannya Aditio Saputra Pratama (10). Dua bocah ini sempat bermain-main sembari mencari kayu api disekitar lokasi kejadian.
Sampai akhirnya Raju memutuskan mandi meski saat itu kodisi air laut sedang pasang dan ombak besar. Dari pengakuan Aditio Saputra Pratama, ia sempat melarang Raju agar tidak terlalu ke tengah saat mandi.
Namun saran dari sahabatnya itu tidak didengarkan Raju. Tidak lama setelah itu, tubuh Raju terseret ombak dan hilang bersamaan dengan gemuruh ombak Pantai Panjang.
"Pertama kami mandi hanya dipinggir, kemudian Raju ke tengah. Saya bilang, tidak usah ke tengah nanti tenggelam. Setelah itu, dia langsung ke seret ombak, saya langsung minta tolong sama om-om yang tidak jauh dari tempat kami," jelas Tio sapaan akrabnya sepeti dikutip Bengkulu Ekspress (Jawa Pos Group), Senin (7/11).
Warga sekitar yang mendengar permintaan tolong Tio sempat berusaha mencari Raju. Namun usaha itu sia-sia karena ombak yang terlalu besar dan air masih pasang.
Beberapa warga kemudian mengantarkan Tio ke rumah orang tuanya di Lempuing sekaligus memberikan kabar jika Raju tenggelam.
Sekitar pukul 11.00 WIB, Nova Wijaya ibu kandung Raju, nenek dan bibinya datang ke lokasi kejadian sembari berteriak histeris, bahkan ibu kandung sampai pingsan setelah tahu anaknya belum ditemukan.
Dari keterangan Reshi, bibi Raju, orang tua Raju sudah bercerai sekitar 5 tahun lalu. Saat ini ia tinggal dengan ibunya di Jalan Merapi 12, Kebun Tebeng, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu.
Sementara Irawan, ayah kandung Raju tinggal di Lempuing. Sebelum kejadian Raju pergi bermain ke rumah ayahnya. Ia kemudian main ke pantai dengan Tio yang merupakan anak dari isteri baru ayah Raju. Sangat disayangkan, mereka pergi berdua tanpa diawasi orang tua.
"Raju memang main ke rumah ayah kandungnya hari minggu. Kami dapat kabar dia tenggelam jelas shock, histeris apalagi ibunya," terang Reshi.
Tim dari Tagana Provinsi Bengkulu, BBPD Kota Bengkulu, Polair, Basarnas dan Polda Bengkulu datang ke lokasi sekitar pukul 12.30 WIB. Mereka membawa 5 unit perahu karet dengan mesin tempel. Satu persatu perahu karet kemudian diturunkan menyisir sekitaran lokasi tenggelamnya korban.
Kondisi ombak yang tinggi ternyata menjadi kendala tim untuk mencari korban. Sampai pukul 18.00 WIB korban belum ditemukan.(167/nas/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
