Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 November 2016 | 16.41 WIB

Guru Ngaji Shock Ada 14 Murid SD Bermain Ala Orang Dewasa

ILUSTRASI - Image

ILUSTRASI

JawaPos.com - Seorang guru ngaji di sebuah sekolah negeri di Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanahdatar, Sumatera Barat shock berat. Dengan telinganya sendiri dia mendengar omongan murid-murid SD nya yang mengaku bermain alek-alek bak orang dewasa. 



Setidaknya ada 14 siswa SD yang melakukan permainan tersebut. Sepuluh bocah laki-laki dan empat perempuan. Mereka semua bermain alek-alek layaknya pasangan suami istri di dunia nyata. 



Karena shock, sang guru mengaji itu langsung melapor kepada wali jorong dan kepala sekolah. Dalam waktu singkat, kasus main alek-alek porno itu menyebar.



Kemarin (1/11) NH, Kasek belasan murid tersebut, langsung melakukan pertemuan dengan Kepala UPT Dinas Pen­didikan Tanahdatar Lutfi, Kapolsek Linatu Buo Yonefaeri, dan wali murid. ''Anak-anak kami melakukan perbuatan yang seharusnya tak boleh dilakukan anak seusia mereka. Semua itu dilakukan di luar jam sekolah dan di luar lingkungan sekolah,'' ungkap Kasek NH.



Menurut NH, awalnya anak-anak tersebut hanya bermain alek-alek pada umumnya. Yakni, permainan anak kecil yang melakoni peran sebagai papa dan mama. Permainan itu lengkap dengan boneka mainan. Namun, entah bagaimana akhirnya permainan alek-alek tersebut malah berujung dengan perbuatan suami istri sebenarnya.



''Mendengar cerita salah seorang murid itu, saya sangat kaget dan shock,'' kata NH.



Seluruh orang tua murid langsung dipanggil pihak sekolah. Orang tua murid yang mengetahui anaknya bermain papa dan mama itu pun ikut kaget. 



Kepala UPT Dinas Pendidikan Tanahdatar Lutfi menambahkan, 14 pelajar tersebut masih berusia 8-12 tahun. Dia tidak mau menyebutkan nama-nama anak didiknya itu.



Ironisnya, salah seorang murid yang baru berusia 8 tahun sudah berulang-ulang melakukannya. Demikian juga dengan tiga murid lainnya meski dengan interval waktu berbeda.



Kapolres Tanahdatar AKBP Irfa Asrul Hanafi yang diwakili Kapolsek Iptu Yonefaeria menyatakan, yang ikut hadir dalam rapat sekolah bersama sekolah adalah orang tua, ninik mamak, alim ulama. Dia pun membenarkan adanya peristiwa yang mencoreng dunia pendidikan di Tanahdatar itu.



''Kasus yang melibatkan belasan murid SD ini masih didalami dan akan diproses di Unit PPA Polres Tanahdatar,'' kata Iptu Yonfeaeria. (n/c16/c22/ami)

Editor: Thomas Kukuh
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore