
KARYA MAHASISWA: Alicia Januarly memperhatikan lukisan berjudul Fitrah Makhluk Hidup milik Mafrudatul Chasanah dalam pameran berjudul Unikarupa di Gedung Balai Pemuda Kamis (5/12). Pengunjung bisa menikmati pameran hingga Minggu (8/12). (Puguh Sujiatmiko/
JawaPos.com – Berbagai lukisan, kriya, dan desain grafis dipajang di gedung Balai Pemuda mulai Kamis (5/12) hingga Minggu (8/12). Karya-karya dalam pameran bertajuk Unikarupa itu merupakan kreasi 75 mahasiswa semester 7 Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Mereka menyoroti fenomena manusia masa kini lewat karya seni.
Misalnya, lukisan milik Aditya Anggitasari. Dalam kanvas berukuran 180 x 130 cm, dia menghadirkan 12 rupa perempuan. Masing-masing tampak mengenakan pakaian dan aksesori yang berbeda. Menurut dia, lukisan tersebut menyoroti sebagian perempuan masa kini. ’’Sebagian perempuan sekarang lebih mementingkan penampilan dibanding tindak tanduknya,’’ tutur Aditya.
Ada lagi lukisan milik Mafrudatul Chasanah yang bercerita tentang proses kematian. Dia melukisnya di tiga kanvas yang dibentuk segi tiga. Gambarnya saling bercerita. Mulai menunggu giliran untuk dipanggil Sang Kuasa, saat nyawa diambil, sampai kehidupan setelah kematian.
Chasanah melukisnya penuh warna. Hal itu dipilih agar cerita tentang kematian tidak selalu identik dengan suasana seram. ’’Saya hanya ingin bercerita bahwa semua makhluk hidup pasti menunggu giliran untuk kematian, namun dengan lebih berwarna agar terasa milenial,’’ jelasnya. Menurut dia, hal itu terinspirasi dari generasi milenial saat ini. Sebagian hanya memamerkan aktivitasnya melalui media sosial. Seakan-akan tidak ingat dengan kehidupan setelah kematian.
Selanjutnya, di deretan kriya keramik, tampak sebuah karya yang berbentuk empat buah kepompong. Di dalamnya terdapat bentuk badan manusia. Karya itu merupakan milik Giri Sarifudin. Karyanya menyoroti sebuah perubahan sikap seseorang. Yang awalnya memiliki sifat jelek berubah menjadi lebih baik.
Menurut dia, karya itu terinspirasi dari film Joker. Namun, ceritanya dibalik. Jika di film Joker terdapat seseorang yang memiliki sifat baik dan berubah menjadi buruk, karyanya bercerita sebaliknya. ’’Sikap itu kan dipengaruhi lingkungan. Lewat karya itu, saya berharap manusia sekarang bisa membawa lingkungannya ke arah yang lebih baik,’’ jelas Giri.
Ketua Penyelenggara Sidiq Amanah mengatakan bahwa kegiatan itu diadakan setiap tahun. Acara tersebut merupakan wadah bagi mahasiswa semester akhir untuk memamerkan karyanya di depan umum. Pembagiannya adalah 22 seni lukis dan 36 kriya yang terdiri atas kriya keramik, logam, kayu, dan tekstil serta 17 desain grafis.
Meski berbeda jenis, semua karya mereka dibuat dengan teknik sama, yakni saturasi yang menggunakan warna-warna dasar terang. Bukan monokrom. Mengangkat tema fenomena masa kini, Sidiq berharap pengunjung bisa merefleksikan pembelajaran di era digital.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
