
Pameran lewat internet menjadi pilihan banyak galeri dan museum saat wabah Covid-19 belum mereda. Ilustasri pameran Excursion.(Dok. GNI for Jawa Pos)
JawaPos.com– Pandemi Korona mengubah pameran seni yang selama ini hampir mustahil diikuti dari rumah menjadi mudah. Seiring belum meredanya wabah Covid-19, sejumlah galeri, museum, dan pelaku seni rupa berinisiatif menggunakan internet sebagai jalan untuk tetap berhubungan dengan para apresiator dari antero dunia. Berikut beberapa tautan pilihan pameran dan presentasi karya dari dalam dan luar negeri.
Galeri Nasional Indonesia secara resmi mengumumkan penutupan kunjungan bagi publik sejak Korona merebak pada Maret lalu. Dua pameran yang sedang berlangsung dialihkan melalui kanal media sosial. Ada pameran tunggal Srihadi Soedarsono, juga pameran tetap yang menampilkan beragam koleksi karya seniman-seniman terdepan Indonesia dari berbagai zaman. Di laman Galeri Nasional Indonesia, koleksi tetap dalam bentuk foto dan teks dapat diakses tanpa biaya.
Laman Indonesia Visual Art Archive (IVAA) sangat membantu siapa saja yang ingin membaca kembali beragam peristiwa seni di Indonesia di waktu lalu. Arsip online mereka menawarkan dokumentasi pameran di berbagai kota Indonesia dari tahun 1980. Di kanal Youtube, IVAA mengungah beragam hasil rekaman di sekitar peristiwa seni, termasuk wawancara dengan seniman.
Di Instagram, 69 Performance Club merespons situasi terkini yang mengharuskan orang-orang tinggal dan diam di ruang privat. Lewat proyek berjudul Domestic Formation, edisi ke 19 69 Performance Club ini menghadirkan presentasi dari Dhanurendra Pandji, Dhuha Ramadhani, Maria Deandra, Pingkan Polla, Prashasti Wilujeng Putri, Robby Ocktavian, Syahrullah, Taufiqurrahman, dan Theo Nugraha. Proyek ini mencoba merefleksikan apa yang bisa dibaca dari peristiwa dan situasi sosial aktual saat ini dalam karya seni fotografi performans.
Galeri Petite di Museum Louvre, Paris memang tidak melayani kunjungan saat Korona masih melanda Prancis. Namun, pameran tetap di galeri tersebut kini dapat diakses tanpa harus mengeluarkan biaya tiket. Galeri ini setiap tahun menyajikan pameran dengan tema-tema yang berganti tiap 10 bulan. Saat ini, pameran bertajuk The Advent of the Artist dapat diakses dengan bebas melalui laman mereka. Karya-karya dari era klasik seperi Rembrant dan Albrecht Durer berlanggam lukisan foto diri hadir dalam pameran ini.
Museum of Modern Art (MoMA) di New York juga tutup setelah Covid-19 juga mengamuk di Amerika Serikat. Mereka yang ingin menikmati karya dan koleksi MoMA saat ini dapat mengakses laman mereka. MoMA membolehkan publik untuk menikmati arsip dan dokumentasi berbagai pameran yang pernah mereka selenggarakan sejak 1929. Di laman tersebut pengunjung dapat memilih pameran apa saja yang ingin dilihat dari rumah. (tir)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
