alexametrics

Sajak Hamdy Salad

28 Maret 2021, 15:30:07 WIB

Kalender Baru

Di kalender baru itu

kulihat bayang-bayang

bergerak lebih tinggi

dari pohon kelapa

yang hampir mati

 

Angka-angka warna merah

berkilau kapak dan gergaji

membelah dua belas bulan

seperti tahun sebelumnya

dan sebelumnya lagi

 

Sampai orang terlupa

pada tilasan para leluhur

pulang dan pergi

di rumah sendiri

 

cermin pecah #tumpah darah

 

Sirene bertalu-talu

di gendang telinga

barisan anak cucu

 

di kalender baru itu

 

Kulihat tetes embun dan air mata

mengukir atlas di ubun batu-batu

[2021]


Ular Berbisa

 

Ular-ular berbisa

jalan raya berliku

melingkar-lingkar

di punggungmu

 

Beribu orang terjatuh

ke dalam lubang dan keluh

di tepi jurang yang sama

sampai diri tinggal belulang

dijilat api berulang-ulang

 

Dalam internet dan jejaring media

anak bangsa saling memaki

dan berpinak dalam dada

menjelma rasa benci

 

Ular berbisa menari-nari

menyemburkan racun

ke ubun-ubun

para pencari

 

Hayat kemanusiaan

pingsan berkali-kali

 

(((digulung kawat berduri)))

[2020]


Miring ke Kiri

 

Orang-orang telanjang

miring ke kiri

memakan jalan

buah khuldi

 

katanya

 

Serupa adam dan hawa

turun ke bumi

 

Tapi jalan bukan kamar mandi

bukan hotel dan panggung serimpi

 

di negeri ini #kota-kota mati

 

Roti bolu penuh jamur

rengat dan kecoak

ditanak jadi bubur

musibah dan bencana

berpinak-pinak

 

Yang jahat berpura bijak

yang bijak menjelma kerak

di jalan-jalan raya

jubah hitam berarak

menuju istana

 

Kain kafan berkibar

melebihi tiang bendera

di hari merdeka

[2020]

Baca Juga: Polisi Penembak Laskar FPI Meninggal Sejak Januari Karena Kecelakaan

HAMDY SALAD

Lahir di Ngawi, Jawa Timur, tinggal di Jogjakarta. Selain penyair, juga pengajar di kampus Institut Seni Indonesia (ISI). Buku puisi ”Tasbih Merapi” mendapat Anugerah Pilihan dari Yayasan Hari Puisi Indonesia (2015).

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar




Close Ads