
Kapolresta Cirebon Kombespol Sumarni membuka pameran tunggal karya pelukis Kathryn Widya (kiri) di Jiwan Coffe and Things Cirebon. (Latu Ratri Mubyarsah/JawaPos.com)
JawaPos.com–Rangkaian kegiatan Pekan Seni Jiwan diawali dengan pameran tunggal lukisan karya pelukis perempuan Kathryn Widya. Puluhan karya lukis dipamerkan di Jiwan Coffe and Things Cirebon hingga 5 Agustus. Pameran secara resmi dibuka Kapolresta Cirebon Kombespol Sumarni, Jumat (5/7).
Kathryn Widya menyatakan, pameran itu terlaksana berkat dukungan banyak pihak. Mulai dari keluarga, komunitas seni di Cirebon, serta sejumlah pihak lainnya.
”Ini yang bikin saya percaya diri memamerkan karya lukisan saya,” ucap Kathryn Widya.
Dia menjelaskan, tema pameran lukisannya adalah Taman Jiwan. Yang berarti ketenangan, kedamaian, dan harmoni. Hasil perenungan, kontemplasi, diwujudkan dalam karya lukis yang berhubungan dengan keindahan alam.
”Seperti bunga. Teratai misalnya yang bisa hidup di lumpur yang kotor tetapi menghasilkan bunga putih indah. Pisang yang mengajarkan kita hanya hidup sekali jadi harus berarti dan berguna untuk lingkungan sekitar,” papar Kathryn Widya, ibu dari 3 anak itu.
Dia mengaku dari hobi traveling banyak inspirasi untuk membuat karya lukis. Lukisannya dekat dengan keseharian tentang alam.
”Saya resapi keindahan yang diberikan Tuhan. Dengan ketenangan seperti meditasi memunculkan energi untuk menciptakan karya lukis,” ucap Kathryn Widya, pelukis perempuan Cirebon kedua yang menggelar pameran tunggal itu.
Dia menegaskan, perempuan bukan sekadar objek. Termasuk objek lukisan. Tapi bisa menjadi apapun di hampir semua lini kehidupan. ”Termasuk menjadi pelukis,” ucap Kathryn Widya.
”Perempuan jangan tenggelam membatasi diri dengan peran-peran domestik. Perempuan juga punya kekuatan menjadi apapun. Jadi perempuan harus juga mengaktualisasikan diri. Di bidang apapun termasuk seni lukis,” imbuh dia.
Sementara itu, Kapolresta Cirebon Kombespol Sumarni mengatakan, pihaknya mendukung kegiatan positif semua elemen masyarakat Cirebon. Termasuk dalam membangun dan melestarikan seni dan budaya yang ada di Cirebon.
”Karakter dan kearifan lokal harus dijaga dan diperhatikan. Kami di kepolisian punya banyak personel yang menguasai cabang-cabang seni. Seperti tari, menyanyi, termasuk juga seni lukis,” terang Sumarni.
Dia berharap ada kolaborasi antara kepolisian, komunitas seni, dan pengusaha, untuk memajukan daerah. Termasuk memajukan seni dan budaya lokal.
”Pada HUT Bhayangkara tahun ini, kami juga menampilkan banyak kesenian tradisional. Banyak hal positif dari kearifan lokal yang membantu kerja-kerja kepolisian,” tutur Sumarni.
Dalam kesempatan itu, Owner Jiwan Coffe and Things Cirebon I Nengah S. mengaku senang dengan kegiatan pameran itu. Menurut dia, Pekan Seni Jiwan pertama kali digelar pada 2023. Kegiatan itu dilaksanakan rutin sebagai bentuk kepedulian terhadap keberagaman seni dan budaya lokal Cirebon.
”Tahun ini, bertema Peran Perempuan dalam Bidang Seni,” ujar I Nengah S.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
