
Ilona Joline S. saat merekam pembacaan buku cerita anak bersama Difalitera beberapa waktu lalu. (Dok. Difalitera for Jawa Pos)
JawaPos.com – Difalitera mencoba terus konsisten menghadirkan sastra suara yang dapat diakses oleh disabilitas netra. Aktivitas pembacaan karya sastra yang direkam menjadi berkas audio agar dapat diakses dengan mudah oleh disabilitas netra mereka kini berkembang lebih luas lagi. Mereka tengah menyiapkan terobosan pengalihwahanaan karya sastra berdasar bahasa ibu nusantara ke dalam berkas audio. Program pendokumentasian bahasa ibu nusantara melalui pembacaan cerita pendek dalam aneka bahasa daerah di Indonesia itu saat ini tengah mereka matangkan.
’’Selama ini yang mengenal sastra daerah setiap suku dengan bahasa ibu masing-masing sangat terbatas di daerah bersangkutan saja,’’ kata Indah Darmastuti dari Difalitera. Diharapkan dengan pendokumentasian bahasa ibu nusantara ini para disabilitas netra bisa mengenali bermacam bahasa ibu di Indonesia sekaligus menumbuhkan apresiasi karya sastra tiap daerah. Indah menyebut walau ditujukan kepada para disabilitas netra, sudah tentu program ini juga berguna bagi siapa saja yang ingin mengetahui kebhinekaan bahasa ibu di Indonesia melalui karya sastra suara.
’’Kami menargetkan setidaknya 100 karya dalam bahasa ibu dari ujung Barat Indonesia hingga ujung Timur Indonesia,’’ kata Indah. Saat ini Difalitera sudah menghubungi beberapa penulis sastra daerah dan sudah ada 30 orang yang bersedia berkontribusi. Bahkan dari Batak, Banyumas dan Cirebon sudah proses produksi. Disusul karya-karya Pamona dan Mori, dua suku yang besar di Poso Sulawesi Tengah.
’’Kami merancang program kerja ini sampai April tahun depan,’’ katanya. Indah menyadari proses eksekusi program ini tidak sederhana. Selain persoalan dari sisi penceritaan, ilustrasi musik yang sebisa mungkin menggunakan kekhasan asal masing-masing bahasa ibu menjadi tantangan lain. Saat ini, Endah Fitriana sebagai illustrator musik Difalitera masih bekerja sendirian untuk menjawab tantangan itu. Tidak menutup kemungkinan program ini juga melibatkan musisi dari tiap daerah. (tir)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
