
Wayang Orang Sriwedari menggelar pentas daring melalui Instagram. (IG Wayang Orang Sriwedari)
JawaPos.com – Masa penjarakan sosial tersebab pandemi Covid-19 belum sepenuhnya berakhir. Acara-acara yang mengundang kerumunan penonton masih tidak memungkinkan untuk diselenggarakan. Namun, situasi tersebut bukan berarti sama sekali menghilangkan tontonan yang dapat dinikmati. Berikut beberapa panggung akhir pekan yang dapat dinikmati dari rumah masing-masing di sepanjang malam akhir pekan di ujung Juni.
Gudskul dan Ruru Radio yang didukung Kemenparekraf malam ini menaja Konsertual NonaRia. Konser virtual ini menampilkan trio nona-nona ceria yang tergabung dalam NonaRia. Konser tersebut ditayangkan melalui kanal Youtube Gudskul mulai 19.00 WIB. NonaRia dikenal sebagai biduanita yang mengolah musik bernuansa tempo dulu dengan lirik jenaka dan menghibur.
Penggemar wayang orang dapat berlega hati malam nanti. Sejumlah seniman wayang orang berencana menggelar pentas online dari rumah masing-masing yang dapat diakses melalui aplikasi Zoom. Lakon bertajuk Sirnaning Pageblug menjadi suguhan pentas wayang orang daring ini. Pertunjukan ini membuka kesempatan penonton untuk mengirimkan donasi sukarela yang akan didistribusikan kepada para seniman wayang orang melalui akun bank atas nama Paguyuban Seniman Wayang Orang Bharata.
Para seniman Wayang Orang Sriwedari di Solo juga menaja pertunjukan daring. Pentas wayang orang itu disiarkan langsung dari atas panggung gedung wayang orang di Taman Sriwedari, Solo. Pentas wayang orang secara daring dari Solo tersebut juga disajikan di jalur luring dengan penerapan protokol Covid-19 bagi penontonnya. Wayang Orang Sriwedari menjadi kelompok wayang pertama yang melakukanpentas daring pada 3-4 Juni 2020 lalu. Siaran langsung pentas daring dengan lakon Saratalpa dari Sriwedari itu dapat dinikmati melalui akun Instagram Wayang Orang Srwidedari dan kanal Youtube Dinas Kebudayaan Surakarta.
Dua pendiri Teater Koma Nano Riantiarno-Ratna Riantiarno sore nanti dijadwalkan mementaskan Dua Tanda Mata melalui kanal Youtube dan laman Indonesia Kaya. Dua Tanda Mata dipentaskan pertama kali pada Juli 2005 di Gedung Kesenian Jakarta dan naik panggung lagi di Komunitas Salihara empat tahun kemudian. Dua Tanda Mata mulanya diciptakan untuk perayaan pernikahan peran Nano-Ratna pada 2002 namun baru dipentaskan tiga tahun kemudian. (tir)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
