Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 Juni 2020 | 01.56 WIB

Ludruk Hingga Lenong Cocok Jadi Perantara Masyarakat Paham Covid-19

Tarian dan Lenong Betawi meramaikan Betawi Rame-Rame di sejumlah mal di Jakarta. - Image

Tarian dan Lenong Betawi meramaikan Betawi Rame-Rame di sejumlah mal di Jakarta.

JawaPos.com - Pemahaman masyarakat akan pandemi Covid-19 dirasa masih kurang. Salah satu bukti kecil adalah terkait jaga jarak yang masih tidak diindahkan oleh sebagian orang.

 

"Banyak yang kurangnya (pengatahuan) dan cara kita mengkomunikasikan problem ini, kita juga kurang memanfaatkan komunikasi yang menurut saya efektif ya," ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hilmar Farid dalam Webinar Adaptasi Kebiasaan Baru, Rabu (17/6), seperti dilansir dari Antara.

 

Ia pun menyebutkan, alangkah baiknya pemerintah mengadopsi komunikasi yang lebih merakyat kepada masyarakat. Pemerintah dapat melakukan penyampaian informasi menggunakan seni tradisional, seperti pertunjukkan panggung secara virtual. "Mestinya sekarang ini kita lebih banyak menggunakan seni pertunjukkan, ketoprak, ludruk, lenong, banyak sekali, teman-teman seniman tradisional itu memang kemampuan komunikasinya untuk hal-hal seperti ini," ujar dia.

 

Apalagi kosakata para seniman lebih mudah dipahami masyarakat ketimbang istilah seperti physical distancing hingga new normal. Istilah itu, kata dia, hanya oleh segelintir orang saja, tidak secara menyeluruh. "Mereka bahkan punya istilah untuk itu, kita sibuk cari (istilah) pandemi segala macem, mereka punya (istilah) pagebluk (wabah), udah itu udah selesai itu, bisa langsung menjelaskan banyak hal," tambahnya.

 

Ekspresi pun dapat menjadi suatu media, di mana masyarakat dapat mereka memahami apa yang harus diikuti dan jangan dilakukan dengan santai tanpa penuh tekanan. "Ketika ekspresi seperti ini kita gunakan, dia akan sangat efektif, dibandingkan kita berbicara mengenai new normal dengan segala macam istilah yang ada social distancing, new normal, kalau pakai referensi kebudayaan kita, saya rasa akan sangat efektif komunikasi publik kita," tutupnya. (*)

 

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore