
Tarian dan Lenong Betawi meramaikan Betawi Rame-Rame di sejumlah mal di Jakarta.
JawaPos.com - Pemahaman masyarakat akan pandemi Covid-19 dirasa masih kurang. Salah satu bukti kecil adalah terkait jaga jarak yang masih tidak diindahkan oleh sebagian orang.
"Banyak yang kurangnya (pengatahuan) dan cara kita mengkomunikasikan problem ini, kita juga kurang memanfaatkan komunikasi yang menurut saya efektif ya," ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hilmar Farid dalam Webinar Adaptasi Kebiasaan Baru, Rabu (17/6), seperti dilansir dari Antara.
Ia pun menyebutkan, alangkah baiknya pemerintah mengadopsi komunikasi yang lebih merakyat kepada masyarakat. Pemerintah dapat melakukan penyampaian informasi menggunakan seni tradisional, seperti pertunjukkan panggung secara virtual. "Mestinya sekarang ini kita lebih banyak menggunakan seni pertunjukkan, ketoprak, ludruk, lenong, banyak sekali, teman-teman seniman tradisional itu memang kemampuan komunikasinya untuk hal-hal seperti ini," ujar dia.
Apalagi kosakata para seniman lebih mudah dipahami masyarakat ketimbang istilah seperti physical distancing hingga new normal. Istilah itu, kata dia, hanya oleh segelintir orang saja, tidak secara menyeluruh. "Mereka bahkan punya istilah untuk itu, kita sibuk cari (istilah) pandemi segala macem, mereka punya (istilah) pagebluk (wabah), udah itu udah selesai itu, bisa langsung menjelaskan banyak hal," tambahnya.
Ekspresi pun dapat menjadi suatu media, di mana masyarakat dapat mereka memahami apa yang harus diikuti dan jangan dilakukan dengan santai tanpa penuh tekanan. "Ketika ekspresi seperti ini kita gunakan, dia akan sangat efektif, dibandingkan kita berbicara mengenai new normal dengan segala macam istilah yang ada social distancing, new normal, kalau pakai referensi kebudayaan kita, saya rasa akan sangat efektif komunikasi publik kita," tutupnya. (*)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
