Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 April 2024 | 18.45 WIB

Arsitektur WO House, Semua Ruangan Dapat View Inner Courtyard

PENCAHAYAAN HANGAT: Ruang komunal di lantasi dasar yang terhubung dengan inner couryard. Hidden warm lighting pada dinding dan ceiling menambah nuansa hangat. - Image

PENCAHAYAAN HANGAT: Ruang komunal di lantasi dasar yang terhubung dengan inner couryard. Hidden warm lighting pada dinding dan ceiling menambah nuansa hangat.

Bentuk lahan yang memanjang, yakni 8 x 25 meter, menjadi tantangan arsitek Adeline Octavia dari Studio Dinding dalam mendesain WO House. Selain itu, mengakomodasi kebutuhan penghuni yang multigenerasi.

UNTUK menghindari kesan ruang yang bulky, lahan tersebut akhirnya ’’dilubangi’’ Adeline di bagian tengah. ’’Lubang’’ itu berupa taman atau yang biasa disebut inner courtyard. Landscape taman dibuat sederhana. Terdapat satu pohon pule yang tumbuh menjulang ke atas.

Tanah di sekelilingnya ditutup kerikil. Taman itu dibuat tanpa atap sehingga sinar matahari, udara, dan hujan bisa leluasa masuk dan menghidupkan pohon pule tersebut. Hingga tercipta ekosistem yang menyegarkan ke seluruh ruangan di sekitarnya. Taman itu dikelilingi pintu kaca yang dapat dibuka-tutup di lantai dasar.

Meski ukurannya lumayan kecil, taman tersebut menjulang ke atas hingga tampak dari lantai 3. ’’Menyatukan area indoor dan outdoor sehingga rumah terasa lebih luas. Juga mempermudah masuknya udara dan sirkulasi di semua ruangan,’’ kata Adeline kepada Jawa Pos.

PENCAHAYAAN HANGAT: Ruang komunal di lantasi dasar yang terhubung dengan inner couryard. Hidden warm lighting pada dinding dan ceiling menambah nuansa hangat.

WO House dihuni oleh pemilik, orang tua, dan saudaranya. Karena itu, kebutuhan ruangnya pun banyak. Adeline mendesain rumah tersebut menjadi tiga lantai. Lantai dasar merupakan area komunal yang menjadi pusat dari kegiatan bersama. ’’Di bagian belakang lantai dasar terdapat kamar orang tua untuk memudahkan agar tidak perlu naik turun tangga,’’ terangnya.

Lantai 2 difokuskan pada kamar utama dan kamar anak. Kemudian, lantai 3 merupakan kamar dari saudara pemilik rumah, ruang main anak, rooftop, dan ruangan multifungsi. Seluruh ruangan itu dapat menikmati manfaat inner courtyard. ’’Taman di area dasar sekaligus menambah view greenery yang menyejukkan. Pohon juga bisa terus tumbuh ke atas hingga lantai 3,’’ lanjut Adeline.

PENCAHAYAAN HANGAT: Ruang komunal di lantasi dasar yang terhubung dengan inner couryard. Hidden warm lighting pada dinding dan ceiling menambah nuansa hangat.

Untuk menyeimbangkan tema modern tropis yang diusung dalam rumah itu, interior banyak menggunakan material kayu solid. Misalnya, kayu ulin pada kisi-kisi fasad, plafon dari kayu jati, hingga panel dari kayu veneer. ’’Jadi lebih sinkron antara outdoor dan indoor, kesannya lebih hangat,’’ pungkasnya. (adn/c18/nor)

---

Highlights

ELEGAN: Interior banyak menggunakan warna cokelat, krem, abu-abu, dan hitam. Misalnya pada walk-in closet dan kamar mandi.

  • Marmer Travertine

Selain kayu solid, beberapa material alam yang banyak digunakan adalah marmer. Yakni, marmer travertine. Misalnya, pada fasad, marmer dipadukan dengan material beton.

  • Double-Height Ceiling

Area pantry memiliki langit-langit yang tinggi, menjulang hingga lantai 3. Dengan demikian, pantry terasa lebih lega. Terlebih, posisinya tepat di samping inner courtyard.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore