
IMPRESI VISUAL: Dinding kamprot pada ekterior yang teksturnya menyimpan titik titik air ketika hujan. (LUKIE WIDYA UNTUK JAWA POS)
Mendirikan rumah di atas lahan yang bentuknya memanjang seperti sebuah gerbong merupakan hal yang cukup menantang. Arsitek Lukie Widya mengatasinya dengan penataan ruang yang cukup unik.
LAHAN di kawasan Bandung Timur itu berukuran 10 x 26 meter. Sementara itu, pemilik memiliki kebutuhan ruang yang cukup banyak. Lukie pun lantas membagi lahan Rumah Adzwin + Anin itu menjadi dua sisi memanjang. Sisi sebelah kiri digunakan untuk mengakomodasi kebutuhan ruang utama.
Dimulai dari depan, terdapat ruang keluarga yang kemudian langsung terhubung dengan area makan, dapur, dan kamar tidur utama, lengkap dengan kamar mandi, walk-in closet, serta ruang kerjanya. Sementara itu, sisi kanan difungsikan sebagai side courtyard sekaligus area kolam renang.
Lukie menyatakan, side courtyard itu juga menjadi ’’paru-paru’’ rumah yang menjadi jalan masuknya udara dan sinar matahari. Menurut Lukie, sisi lahan yang kosong (side courtyard) itu membuat udara berputar. ’’Lalu, kami tutup sisi satunya sehingga udara yang masuk di dalam rumah semakin kencang. Rumah pun jadi sejuk. Kurang lebih begitu konsepnya dalam ’mengeksploitasi’ udara,’’ kata Lukie kepada Jawa Pos pekan lalu.
Kesan sejuk pada rumah juga diterapkan Lukie melalui pemilihan warna. Sebagaimana kebanyakan arsitektur karya Lukie lainnya, rumah itu menerapkan dominasi warna putih. ’’Putih itu sifatnya seperti kanvas buat lingkungan. Warna tersebut bisa membuat detail-detail lanskap dan sekelilingnya menjadi lebih stand out,’’ kata principal architect LUWIST Spatial tersebut.
Photo
IMPRESI VISUAL: Elemen kayu pada dindin interior berpadu apik dengan dominasi unsur putih. (LUKIE WIDYA UNTUK JAWA POS)
Warna putih itu lantas dipadukan dengan dinding beton yang dilapisi kamprot. Dinding kamprot menambah tekstur agar rumah tidak terkesan monoton, sekaligus fungsional. ’’Kalau lagi panas, dinding kamprot mendinginkan secara impresi visual. Tapi, kalau lagi hujan, kamprot akhirnya menjadi saksi adanya hujan karena teksturnya menyimpan titik-titik air,’’ terang Lukie.
Keunikan rumah tersebut bisa dilihat dengan cukup jelas oleh siapa pun yang melintasinya. Sebab, Lukie memang sengaja membuat bagian depannya cenderung terbuka. Pagar pendek dengan material perforated metal ditempatkan sebagai penanda teritorial sekaligus pengamanan.
Lalu, area halaman depan dibuat berkanopi separonya. Sebelum memasuki area utama, Lukie membuat dinding lagi agar privasi tetap terjaga. ’’Tapi, dindingnya enggak dibuat padat, takut kayak benteng penjara. Kami buatlah yang sifatnya perforasi,’’ tandasnya.
Photo
---
HIGHLIGHTS
Photo
Lukie menempatkan lanskap tropis pada sisi kolam renang yang kontras dengan dinding dominan putih rumah itu. Tanamannya, antara lain, pakis monyet, calathea lutea, dan pakis brasil.
Photo
Mengimbangi eksterior yang serbaputih, warna interior dibuat menonjol, tapi masih bernuansa alam. Maka, material kayu pun dipilih untuk diterapkan pada dinding, tangga, hingga furnitur seperti meja dan cermin.
Photo
Karena area utama sudah memenuhi sisi kiri, area servis pun ditempatkan di sisi kanan. Terdapat musala yang berbatasan langsung dengan kolam renang, lalu pantry dan kamar asisten.
HOME’S FACTS
Photo

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
