
MATERIAL OTENTIK: Pintu utama dan jendela didapat dari galeri seni tradisional. Dipoles ulang sesuai warna aslinya. Biru terang dipadu kuning, merah, dan hijau. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)
Arsitektur bergaya art deco mulai come back. Namun, kali ini art deco dikolaborasikan bersama gaya arsitektur lainnya. Yaitu, tradisional. Hal itulah yang ditampilkan di sebuah rumah di kawasan Sidoarjo, Jawa Timur, yang satu ini.
---
RUMAH tersebut terletak di tepi jalan utama kompleks perumahan. Karena itu, gol utamanya adalah merombaknya menjadi rumah yang stand-out. Arsitek Gayuh Budi Utomo pun mengaplikasikan tema dasar art deco. Hal itu ditandai dengan adanya garis-garis lengkung, mulai dinding pagar hingga foyer.
’’Ke depan, art deco akan tren lagi. Kafe-kafe sudah banyak yang mengusung tema ini. Lalu, kami coba terjemahkan ke dalam hunian,’’ kata Gayuh pada Selasa (2/8) lalu. Dominasi warna putih khas art deco pun dipertahankan. Lalu, yang membikin rumah ini unik adalah perpaduannya dengan gaya tradisional yang memiliki kedekatan dengan sang pemilik.
Gayuh menuturkan, pemilik merupakan orang Banjarmasin dan Makassar yang pekerjaannya banyak melibatkan orang-orang Madura. Dari situlah inspirasi diambil. Unsur tradisional Madura diterapkan melalui pintu utama dan sepasang jendela yang menjadi poin utama rumah tersebut. Pintu dan jendela itu memiliki warna dasar biru terang yang dipadukan dengan warna kuning, merah, dan hijau yang identik dengan budaya Madura.
Gayuh menjelaskan, untuk menjaga agar tetap otentik, pintu dan jendela itu didapat dari galeri seni tradisional. Dengan kata lain, pintu dan jendela itu merupakan barang bekas. ’’Namun, material kayu jatinya masih sangat bagus dan kukuh. Hanya catnya yang hilang,’’ kata ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jawa Timur tersebut.
Photo
DIVIDER: Rak koleksi pajangan yang menyambut di ruang tamu sekaligus menjadi pemisah dengan ruangan di baliknya. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)
Bahkan ukirannya pun masih terasa tiga dimensi, lebih menonjol dibandingkan ukiran zaman sekarang. Untuk ’’menghidupkannya’’, pintu dan jendela itu pun dicat dan dipoles ulang menjadi seperti baru. ’’Warnanya disesuaikan dengan warna aslinya,’’ terang Gayuh. Hasilnya, warna pintu dan jendela tersebut tampak sangat kontras dengan dominasi putih dari art deco. Rupanya, dua gaya berbeda itu bisa ’’akur’’ ketika dikawinkan.
Satu lagi budaya tradisional yang ’’ditarik’’ ke dalam rumah itu. Yakni, budaya Jawa. Hal itu ditandai dengan adanya lantai dari tegel pada foyer. Tegel bermotif seperti batik kawung itu meramaikan rumah tersebut tanpa mencuri spotlight pintu dan jendela kayu tadi. Kemudian ditambah elemen pemanis seperti lampu gantung dan furnitur yang juga bernuansa tradisional.
---
HIGHLIGHTS
PENDAPA
Photo
BENTUK LENGKUNG: Detail yang menjadi salah satu ciri khas gaya art deco tersebut. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)
Di bagian belakang rumah tersebut awalnya terdapat dua gazebo besar. Satu untuk tempat berkumpul dan satu lagi berfungsi sebagai musala. Oleh Gayuh, gazebo tempat berkumpul dibongkar, lalu dibuat selasar memanjang yang lebih lega.
LUBANG POHON
Di depan foyer rumah sengaja dibangun atap seperti kanopi sebagai penghalang masuknya air hujan. Namun, pemilik juga menghendaki agar area itu ditanami pohon. Alhasil, atap dilubangi agar pohon paku brasil yang ditanam bisa ’’menembus’’ ke atas.
ROSTER
Photo
MATERIAL OTENTIK: Pintu utama dan jendela didapat dari galeri seni tradisional. Dipoles ulang sesuai warna aslinya. Biru terang dipadu kuning, merah, dan hijau. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)
Roster ditempatkan di sisi kanan rumah tersebut secara vertikal dan berfungsi sebagai void. Gayuh menuturkan bahwa roster itu berfungsi sebagai penyeimbang agar rumah tidak terasa terlalu horizontal.
KURSI
Pada area foyer terdapat kursi kayu jati yang menarik. Meski bentuknya sederhana dan hanya dilapisi vernis tanpa cat, dudukan kursi tersebut memanjang dan lebar. Bisa digunakan untuk bersila sehingga lebih santai.
Photo
(ALFIAN RIZAL/JAWA POS)
Photo
Selasar untuk tempat ngumpul di halaman belakang. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
