
SOFA RUANG TAMU: Karena dinding sudah berwarna pastel, sofa dipilih dengan warna mencolok dan agak ”melawan” warna dinding. Magenta disesuaikan dengan warna pink pastel. Kuning disamakan dengan warna pernak pernik dan perabotan lain seperti kap lampu dan
WARNA-warna pastel yang lembut kerap jadi pilihan untuk rumah modern. Menjadi jalan tengah bagi penyuka dekorasi colorful, tapi tetap elegan dan tidak begitu mencolok.
--
PINK dan hijau tosca mendominasi rumah Chacha Fauzi di Sukabumi, Jawa Barat. Karena rumahnya berada di daerah yang cukup dingin, Chacha ingin memunculkan kesan adem sekaligus hangat dengan mengaplikasikan warna pastel. Jadi, meski rumahnya mungil, suasana tetap hangat dan bikin penghuninya betah.
Pemilihan dua warna itu semula tidak disengaja. Berawal dari lampu ruang tamu. Chacha menemukan lampu warna-warni yang lucu ketika membangun rumah. Ornamennya berwarna merah muda dan tosca. ’’Karena lampunya sudah warna-warni, saya pikir lucu kali ya kalau rumah juga warna-warni,’’ tuturnya.
FOOD BAR: Tidak menyediakan meja makan, Chacha membuat area makannya menjadi semacam food bar karena keterbatasan ruang. Tidak cuma digunakan untuk menyajikan makanan, aktivitas makan juga dilakukan di situ. (Imam Husein/Jawa Pos)
SOFA RUANG TAMU: Karena dinding sudah berwarna pastel, sofa dipilih dengan warna mencolok dan agak ”melawan” warna dinding. Magenta disesuaikan dengan warna pink pastel. Kuning disamakan dengan warna pernak pernik dan perabotan lain seperti kap lampu dan rak pot. (Imam Husein/Jawa Pos)
Dari situ, Chacha menentukan guideline bagi warna rumahnya. Untuk dinding, warna pink hampir digunakan di seluruh ruangan. Sementara itu, hijau tosca dan hijau daun menjadi aksen tambahan agar cat dinding tidak monoton. Misalnya, yang terlihat di ruang tamu dan kamar anak.
Sisi kanan ruang tamu menggunakan warna tosca. Di sisi lain, kamar anak diberi dua warna berbeda dengan pemisah horizontal. Bagian atas berwarna pink dan bawah hijau daun. Perbedaan warna diterapkan karena Chacha memiliki anak laki-laki dan perempuan. ’’Warna pink untuk cewek dan hijau buat cowok,’’ jelasnya.
Guideline yang sama diterapkan untuk segala perabotan dan pernak-pernik di rumah. Chacha ingin perabotnya punya warna yang sama atau setidaknya nyambung dengan warna utama dinding rumah. Karena itu, dia rajin hunting. ’’Misalnya, piring. Enggak asal beli, harus cocok dengan tema rumah,’’ paparnya. Kadang, dia menemukan perkakas rumah yang langka seperti mesin cuci warna hijau tosca.
Photo
Lampu di ruang tamu ini yang memicu Chacha untuk mengaplikasikan konsep colorful. Setelah itu, segala sesuatu di dalam rumah disesuaikan warnanya supaya senada. (Imam Husein/Jawa Pos
Chacha mengaku terinspirasi gaya rumah shabby minimalis. ’’Saya suka dekorasi seperti di rumah Susan Emir (desainer interior dan founder Rumah Sabine, Red),’’ ujarnya. Sesuatu yang vintage seperti aksen jendela warna-warni dipasang di bagian luar rumah. Untuk memudahkan perabotan masuk ke tema, tak jarang dia memesan perabotan custom.
Dengan konsep tersebut, Chacha lebih banyak bermain dengan cat. Dia enggan menggunakan wallpaper. ’’Banyak rumah yang sudah pakai wallpaper. Jadi, saya lebih banyak ke cat saja,’’ ucapnya. Selama pembangunan rumah, dia tiga sampai empat kali ganti cat karena warnanya kurang cocok.
Berbeda dengan interior rumah, bagian kamar mandi dan pagar dibuat putih. Awalnya, warna pink dipilih untuk pagar. ’’Tapi, kesannya jadi terlalu banyak warna. Saya buat putih saja,’’ terangnya.
Sementara itu, kamar mandi termasuk bangunan baru. Semula kamar mandi berada di area dapur. Chacha pun memanfaatkan sisa tanah untuk membuat kamar mandi. Jadi, dapur bisa diperluas.
Photo
TEMPAT TIDUR ANAK: Dua anak Chacha tidur dalam satu ruangan yang sama. Agar tetap muncul kesan ”terpisah”, Chacha mengakalinya dengan custom bed. Modelnya seperti rumah-rumahan mini dari kayu. Warna kayu dan seprai dibedakan untuk masing-masing anak. (Imam Husein/Jawa Pos)
Photo
ELEMEN DEKORATIF: Hiasan jendela dengan warna kuning mempercantik ruangan. (Imam Husein/Jawa Pos)
Photo
WOOD PLANK DAN BATU ALAM: Bagian teras rumah diberi dua aksen berbeda. Wood plank dipasang tepat di sebelah pintu dengan warna putih. Sementara itu, di samping jendela kamar dipasang keramik batu alam. Dengan demikian, nuansa dinding luar rumah tidak monoton. (Imam Husein/Jawa Pos)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
