
Jumlah pers platform Velodiva, platform yang dihadirkan LMKN untuk transparansi penggunaan lagu dan pembayaran royalti secara tepat. (Abdul Rahman/JawaPos.com)
JawaPos.com - Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) selalu mendapat tudingan tidak transparan dari sejumlah pihak mulai dari para pengguna lagu hingga dari para pencipta lagu.
Tudingan negatif seperti itu kini dijawab oleh LMKN dengan langkah nyata bukan cuma Omong-omon. Yaitu dengan menghadirkan platform khusus bernama Velodiva. Melalui platform ini, akan terdeteksi dengan jelas lagu apa saja yang diputar oleh pengguna lagu untuk kepentingan komersial.
Platform ini menampilkan data secara akurat mulai dari jam berapa lagu dipitar, penjadwalan pemutaran lagu, jenis handphone yang digunakan pengguna, pengendalian lagu secara terpusat, hingga dapat mengidentifikasi IP address.
LMKN menghadirkan Velodiva untuk memastikan kenyamanan bagi para pengguna lagu sekaligus untuk kepastian hak bagi para pencipta lagu atau pemilik hak cipta, sebagaimana diamanahkan PP No. 56 Tahun 2021 dan Permenkumham No. 9 Tahun 2022 terkait distribusi royalti berdasarkan data penggunaan lagu (usage).
Platform ini rencananya akan diluncurkan pada pertengahan Maret 2025 dan disebut-sebut akan memberikan solusi atas permasalahan yang kerap disoal selama ini. Untuk menghadirkan sistem pembayaran royalti yang transparan dan platform ini akan memudahkan para pemilik usaha di seluruh Indonesia.
"Kesiapan kami sudah 100 persen untuk beroperasi di seluruh wilayah Indonesia mulai pertengahan Maret 2025. Kami sudah melalui tahap uji coba sebelumnya," kata Vedy Eriyanto selaku CEO sekaligus Founder Velodiva dalam jumpa pers di bilangan Setiabudi Jakarta Selatan.
Hadirnya platform yang secara khusus dibuat untuk kepentingan komersial dalam rangka pengelolaan hak cipta ini mendapat dukungan penuh dari PT. AS Industri Rekaman Indonesia (ASIRINDO). Hadirnya platform tersebut dianggap akan menjadi angin segar bagi para pelaku bisnis yang selama ini khawatir akan pelanggaran hukum terkait penggunaan musik di ruang publik.
Seperti penggunaan lagu di hotel, restoran, kafe, pertokoan, perkantoran, mal, spa, pusat kebugaran, hingga tempat usaha lainnya. Dengan hadirnya Velodiva, mereka kini dapat menikmati musik secara legal tanpa takut melanggar hak cipta.
Jusak Irwan Sutiono selaku Direktur Utama ASIRINDO mengatakan bahwa YouTube,Spotify atau Apple Music bukan merupakan platform untuk kepentingan komersial karena penggunaannya adalah untuk pribadi atau non komersial.
Oleh sebab itu, ASIRINDO mengingatkan para pelaku usaha untuk tidak lagi menggunakan YouTube, Spotify atau platform lainnya dalam memutar lagu karena itu merupakan pelanggaran hukum.
"Kami Ingin mengingatkan bahwa hanya layanan musik berlisensi dan legal seperti Velodiva yang memberikan jaminan perlindungan hak cipta," papar Jusak Irwan Sutiono.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
