
Platform Tiktok./Time.com
JawaPos.com - Platform TikTok akan mengakhiri program dana bagi para pembuat konten pada Sabtu (16/12) mendatang.
Program ini sebenarnya sudah diumumkan pada tahun 2020 dan memiliki nilai dana sebesar $2 miliar setara dengan Rp31.158.000.000.000 saat ini.
Sebelumnnya diketahui, program ini diciptakan sebagai sarana untuk memberikan penghasilan kepada kreator yang membuat konten singkat di platform tersebut.
Dikutip JawaPos.com dari time.com, pada hari Senin Fortune melaporkan bahwa perusahaan telah membuat keputusan untuk sepenuhnya menghentikan program dana bagi para pembuat konten.
Pada tahun 2020, TikTok mengumumkan komitmen untuk membayar sekitar $1 miliar setara Rp15.579.000.000.000 dalam jangka waktu tiga tahun kepada pembuat konten yang berhasil menghasilkan video yang disaksikan oleh ratusan ribu, bahkan jutaan penonton.
Sasaran utama dari program dana ini adalah untuk memberikan peluang penghasilan kepada micro-influencer yang memiliki setidaknya 10.000 pengikut dan telah menerima setidaknya 100.000 tayangan dalam 30 hari terakhir di TikTok.
Baca Juga: TikTok Shop Dikabarkan Akan Kembali Beroperasi, Begini Tanggapan Menteri Koperasi dan UKM
Namun, belum ada kejelasan apakah TikTok benar-benar membayar seluruh jumlah tersebut kepada para pembuat konten yang memenuhi syarat.
Sebagian besar kreator telah mengungkapkan kritik terhadap TikTok aras program dana tersebut dengan menyatakan bahwa mereka merasakan manfaat yang diterima tidak sebanding dengan usaha yang mereka keluarkan.
Beberapa orang telah berbicara kepada majalah Fortune dan mengungkapkan bahwa mereka hanya menerima bayaran yang sangat kecil, bahkan hampir tidak sebanding, meskipun telah membuat video yang menjadi viral.
Masih dari sumber yang sama, dalam sebuah pernyataan kepada TIME, juru bicara TikTok mengungkapkan, "Perusahaan kami memiliki komitmen kuat untuk menciptakan pengalaman terbaik di TikTok dan menyediakan ekosistem penawaran monetisasi yang kuat kepada para pembuat konten."
Lebih lanjut, juru bicara tersebut menyatakan, "Sebagai bagian dari upaya dan komitmen berkelanjutan kami untuk menyediakan produk terbaik, kami berusaha mengembangkan produk baru dan mengalokasikan sumber daya ke berbagai produk baru untuk memberikan dukungan yang optimal kepada para pembuat konten dan menjelajahi peluang baru.
Pengelolaan Dana Kreator TikTok juga menimbulkan reaksi negatif setelah laporan dari Forbes mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut sebenarnya menyimpan data pembuat konten di server di Tiongkok.
Padahal mereka telah berjanji sebelumnya bahwa data tersebut akan dijaga di Amerika Serikat. Hal ini menciptakan kekhawatiran terkait privasi dan keamanan data, mengingat adanya ketegangan geopolitik dan peraturan yang berkaitan dengan pengelolaan data pribadi.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
