Amanda Anisimova (Dok. Wimbledon)
JawaPos.com - Turnamen Wimbledon 2025 tak hanya menyuguhkan pertandingan berkualitas tinggi dan sangat kompetitif, tetapi juga menyita perhatian karena tingkah laku para pemain yang dinilai tidak sportif.
Pihak penyelenggara, All England Club, merilis daftar terbaru pemain yang dikenai sanksi denda atas pelanggaran seperti mengucapkan kata-kata kasar, menyalahgunakan raket, hingga perilaku tidak sportif di lapangan.
Denda terbesar sejauh ini diberikan kepada juara ganda putra Wimbledon 2024, Henry Patten. Petenis asal Inggris itu dijatuhi denda sebesar USD 12.500 atau sekitar Rp202 juta karena pelanggaran verbal.
Insiden tersebut terjadi pada 29 Juni di tempat latihan di luar area utama turnamen, dan menurut laporan media Inggris, Patten diduga mengucapkan kata-kata kasar kepada salah satu staf. Meski demikian, Patten membantah tuduhan tersebut dan mengaku telah mengajukan banding yang akan diproses setelah turnamen selesai.
Patten dan pasangan gandanya, Harri Heliovaara, yang tahun lalu menjadi juara Grand Slam pertama mereka di Wimbledon, harus tersingkir di babak perempat final tahun ini.
Dari sektor tunggal putri, Amanda Anisimova yang akan menghadapi Aryna Sabalenka di semifinal, tercatat mendapat denda sebesar USD 4.000 (Rp64 juta) atas perilaku tidak sportif saat kemenangannya atas Linda Noskova di babak keempat.
Sementara itu, pemain Prancis Theo Arribage didenda USD 7.500 atau sekitar Rp121 juta atas pelanggaran serupa dalam kekalahannya di babak kedua. Pemain lainnya, Adrian Mannarino, juga dari Prancis, dikenai denda USD 6.000 (Rp 97 juta) atas sikap tidak sportif saat ia menang di babak kedua pekan lalu.
Di sisi putri, denda tertinggi sejauh ini adalah USD 5.000 (Rp81 juta) yang diberikan kepada Elena Pridankina selama babak kualifikasi tunggal akhir Juni lalu. Selain itu, sejumlah pemain baik dari sektor putra maupun putri dikenai sanksi atas pelanggaran audible obscenity atau kata-kata kasar yang terdengar.
Nama-nama seperti Chloe Paquet, Hailey Baptiste, Alex Bolt, dan Zizou Bergs masuk dalam daftar ini. Tak ketinggalan, petenis asal Amerika Serikat Colton Smith juga mendapat denda sebesar USD 2.000 (Rp32 juta) karena menyalahgunakan raket atau peralatan pertandingan.
Melansir laman AP News, Kamis (10/7), hingga saat ini, total denda yang dikenakan kepada tujuh pemain putra mencapai USD 36.000 (Rp584 juta), sementara delapan pemain putri yang dikenai denda total USD 29.500 atau sekitar Rp478 juta.
Fenomena ini menyoroti pentingnya menjaga sikap sportif dalam kompetisi kelas dunia seperti Wimbledon. Selain kemampuan teknis, perilaku dan etika para pemain tetap menjadi perhatian utama penyelenggara demi menjaga citra olahraga tenis yang menjunjung tinggi nilai sportivitas.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
