Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Maret 2017 | 20.57 WIB

Maya Kurnia Indri is Back!

Pemain 25 tahun itu sudah menjalani debutnya saat Elektrik mengalahkan Jakarta BNI Taplus Jumat (3/3) - Image

Pemain 25 tahun itu sudah menjalani debutnya saat Elektrik mengalahkan Jakarta BNI Taplus Jumat (3/3)

JawaPos.com - Maya Kurnia Indri Sari telah kembali ke kompetisi bola voli terelite di tanah air, Proliga. Setelah absen setahun karena cedera cartilage lutut kiri, pevoli cantik asal Sidoarjo ini telah kembali pada putaran kedua Proliga 2017.


Maya absen dari jagat voli nasional sejak Oktober 2015 silam. Cedera di ajang Livoli membuatnya absen panjang. Bahkan alumni SMA Negeri 1 Manyar, Gresik itu harus naik ke meja operasi untuk menyembuhkan cederanya.


Sekarang Maya tercatat sebagai penggawa tim putri Jakarta Elektrik PLN. Ia masuk di putaran kedua menggantikan Yolla Yuliana. Yolla memutuskan mundur dari tim dengan alasan ingin fokus ke dunia perkuliahan.


Pemain 25 tahun itu sudah menjalani debutnya saat Elektrik mengalahkan Jakarta BNI Taplus Jumat (3/3) kemarin. Hanya saja menit bermainnya masih minim. Maya hanya turun di pengujung set kedua, dan pertengahan set ketiga.


Bermain untuk pertama kali di Proliga setelah setahun absen, membuat Maya belum bisa tampil lepas. "Yang lebih terserang adalah mental. Apalagi sudah setahun absen. Pas dicoba main ternyata saya masih nervous," kata Maya kepada JawaPos.com.


Maya mengaku masih harus beradaptasi dengan banyak hal. Mulai dari lapangan hingga atmosfer penonton. Ia juga bekerja keras untuk mengembalikan feeling serta passion saat menginjakkan kaki di arena tanding. Ia sadar bahwa hal ini membutuhkan waktu.


"Saya masih belum ejoy dengan lapangan. Tidak seperti dahulu ketika sampai di lapangan langsung merasa bahwa ini tempat saya. Sekarang harus adaptasi lagi. Harus mengembalikan mental karena saya merasa belum percaya diri. Saya juga harus terbiasa dengan atmosfer," jelas pemain jebolan Petrokimia Gresik itu.


Maya bersyukur dengan keberadaan Tian Mei sebagai head coach Elektrik PLN. Pelatih yang kerap disapa Kak Mei itu dipercaya mampu mengembalikan Maya ke performa terbaiknya. "Ekspetasinya memang tidak sama dengan yang dahulu, tapi setidaknya bisa naik lah," harapnya.


Meski baru dua minggu di bawah binaan Tian Mei, Maya merasa lebih berkembang. Ia juga menerima banyak pelajaran baru dari pelatih asal Tiongkok itu. Sebab, tak sekadar pelatih, Tian Mei juga berperan sebagai psikolog sekaligus motivator untuk quicker yang identik dengan nomor punggung 17 tersebut.


"Kak Mei yang selalu membimbing saya. Dia bilang tidak apa-apa. Setelah masa operasi pasti tidak akan sama seperti dulu. Harus mulai dari nol lagi. Harus lebih sabar. Tidak perlu mendengarkan apa kata orang. Dan jangan terlalu dipikirkan apa ekspetasi orang lain," tutup Maya. (saf/JPG)

Editor: Irawan Dwi Ismunanto
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore