
Pembalap Australia dari tim BMC Racing Richie Porte yang bisa mengamankan gelar overall Tour Down Under (TDU) tahun ini.
JawaPos.com - Richie Porte benar-benar bisa bernapas lega. Setelah dua kali jadi runner-up di Tour Down Under (TDU), akhirnya dia bisa mengamankan gelar overall tahun ini. Pada etape kelima kemarin (21/1), pembalap BMC Racing itu memenangi tanjakan Willunga Hill untuk kali keempat, praktis mengunci juara general classification (GC).
Dengan satu etape datar tersisa hari ini (22/1), Richie Porte hanya perlu mencapai garis finis dan resmi menjadi perebut ochre jersey (warna oranye tembaga) sebagai champion TDU 2017.
Etape kelima alias queen stage kemarin berlangsung penuh action. Ribuan penonton juga memadati sepanjang jalan, sejak start di McLaren Vale hingga finis di Willunga Hill (sekitar 30 km dari Adelaide).
Porte sebenarnya hanya perlu bertahan, sedangkan para pesaing terdekatnya harus habis-habisan mencuri waktu.
Sergio Henao (Team Sky) termasuk yang mencoba menghancurkan Porte. Namun, pada akhirnya, Porte justru kembali menghancurkan para pesaingnya. Misalnya, pada etape 2 di tanjakan Paracombe Rabu lalu (18/1).
Tanjakan Willunga Hill tidaklah terlalu curam (maksimal sekitar 8 persen), juga tidak terlalu panjang (hanya sekitar 3 km). Tapi, inilah tanjakan paling kondang di TDU.
Dengan hanya 1,5 km tersisa, Porte melakukan attack mematikan. Dia kembali meninggalkan lawan-lawannya. Menjadi King of Willunga untuk kali keempat (dia telah memenangi tanjakan ini empat kali).
Nathan Haas (Dimension Data) dan Esteban Chaves finis di urutan kedua dan ketiga, sama-sama 20 detik di belakang Porte.
Sekarang, di klasemen GC, Porte mengungguli Chaves sejauh 48 detik dan Haas sejauh 51 detik. Ketika lomba berakhir hari ini, posisi podium ini seharusnya tidak akan berubah.
Hanya bencana besar yang bisa menghalangi ketiganya.
''Hasil hari ini (kemarin, Red) akan membuat etape besok (hari ini, Red) lebih rileks untuk kami,'' kata Porte setelah etape kemarin.
Hebatnya, walau belum resmi menjadi juara, Porte sudah menatap jauh ke depan, ke bulan Juli mendatang. Yaitu, lomba paling bergengsi di dunia, Tour de France.
Kemenangan ini menumbuhkan rasa percaya dirinya menghadapi balapan di Prancis tersebut. ''(Willunga Hill) bukanlah tanjakan semudah itu, jadi memenanginya membantu moral kami. Tentu saja target terbesar kami adalah Juli nanti di Tour de France. Segalanya berlangsung begitu baik,'' tutur pembalap 31 tahun itu.
Esteban Chaves sendiri mengaku tidak kecewa berada di belakang Porte. Dia mengakui bahwa kondisi Porte sekarang jauh lebih baik dari yang lain.
''Kami mampu bertarung berebut podium. Saat ini saya di urutan kedua GC, jadi saya senang bisa mengawali musim ini dengan baik. Kami tak punya alasan untuk mengomel. Kami (tim Orica-Scott, Red) memenangi tiga etape lewat Caleb (Ewan) dan meraih posisi kedua overall. Jadi, kami sangat happy,'' ujar Chaves.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Start P7 di Sirkuit Assen! Veda Ega Pratama Bongkar Penyebab Crash di Practice Moto3 Belanda 2026
