Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Juni 2018 | 18.12 WIB

Cak Imin Nilai Fatwa Fardhu Ain Keblinger

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin saat menghadiri kampanye akbar Gus Ipul-Puti di Madiun. - Image

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin saat menghadiri kampanye akbar Gus Ipul-Puti di Madiun.

JawaPos.com - Pendukung salah satu pasangan calon di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim) 2018 mengeluarkan fatwa fardhu ain alias wajib. Melalui fatwa itu, pihak yang tidak mendukung pasangan calon tertentu dianggap mengkhianati Allah SWT dan Rasulullah.


Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar lantas angkat bicara. Dia menekankan, politisasi agama seharusnya tak boleh lagi dilakukan karena berpotensi memecah belah umat.


Agama terlalu mulia untuk diseret-seret dalam kepentingan politik praktis jangka pendek. "Fatwa fardhu ain di Pilkada Jatim itu keblinger," tegas politikus yang akrab disapa Cak Imin itu di sela rangkaian kampanye akbar Calon Gubernur-Calon Wakil Gubernur (Cagub-Cawagub) Jatim Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno di Madiun.


Cak Imin memprihatinkan fatwa itu bukan lantaran PKB mendukung Gus Ipul dan Puti. Melainkan karena memang penggunaan dalil-dalil agama untuk kepentingan politik tak elok dilakukan.


Dia mencontohkan anjuran ulama pendukung Gus Ipul yang tidak sampai membawa urusan dosa-pahala atau surga-neraka dalam Pilgub Jatim. Yang dilakukan ulama pendukung Gus Ipul hanya sebatas imbauan, tidak memfatwakan fardhu ain terhadap pilihannya.


Meski prihatin, Cak Imin belum akan merespon serius keluarnya fatwa tersebut. "Yang jelas, fatwa itu dampaknya tidak baik," tambahnya.


Seperti banyak diberitakan dan viral di media sosial, sejumlah ulama mengeluarkan fatwa fardhu ain untuk mendukung pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak.


Fatwa itu dihasilkan dalam pertemuan di Ponpes Amanatul Ummah, Mojokerto pada 3 Juni lalu. Pada pertemuan itu, terbit surat fatwa bernomor 1/SF-FA/6/2018. Mengutip dalil kitab, para ulama pendukung Khofifah-Emil menyebut bahwa umat Islam yang tidak mendukung Khofifah sama dengan mengkhianati Allah SWT dan Rasul-Nya.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore