
Perempuan asal Plered, Kabupaten Cirebon Eroh Masruroh, 37, telah membuat formula baru Empal Gentong dalam kemasan kaleng sejak akhir 2017 lalu.
JawaPos.com - Bagi masyarakat Indonesia, pasti sudah tidak asing lagi dengan makanan khas dari Cirebon, Jawa Barat bernama Empal Gentong. Makanan legenda raja-raja Cirebon itu kini sudah tersedia dalam bentuk kemasan kaleng.
Bahkan kini, peminat Empal Gentong tidak hanya masyarakat Indonesia semata, namun produk Cirebon dalam bentuk kemasan tersebut juga sudah merambah hingga ke luar negeri, khususnya Brunei Darussalam dan Arab Saudi.
Perempuan asal Plered, Kabupaten Cirebon Eroh Masruroh, 37, telah membuat formula baru Empal Gentong dalam kemasan kaleng sejak akhir 2017 lalu. Niatnya membuat Empal Gentong cepat saji berkemasan kalengan, terinspirasi dari cerita orang-orang yang terlewat mencicipi kuliner khas Cirebon itu.
Puteri penjual Empal Gentong H. Apud itu kemudian merespon keinginan penggemar Empal Gentong dari berbagai daerah yang bisa merasakan tanpa harus berkunjung di Cirebon.
"Mengobati rindu (penggemar) Empal Gentong yang jauh. Khususnya musim mudik seperti ini banyak yang minta dan bertanya-tanya, bisa nggak kalau Empal Gentong dibikin kemasan?. Akhirnya, saya terus belajar agar bisa mencari solusi itu," ungkapnya kepada JawaPos.com, Rabu (20/6).
Keinginan para pengunjung agar bisa bisa membawa oleh-oleh Empal Gentong begitu tinggi. Akhirnya, Eroh pun serius menangkap peluang itu dengan cara membuat Empal Gentong dalam kemasan.
Selama satu tahun, uji coba membuat Empal Gentong kemasan tidak berjalan mulus. Berkali-kali mencoba formula agar rasa Empal Gentong kemasan kaleng seperti diolah dadakan di warungnya tak kunjung berhasil.
Berjalannya waktu, Eroh memberanikan diri berkonsultasi dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Yogyakarta. Solusi membuat Empal Gentong kemasan mulai terjawab. Pihak LIPI pun menawarkan kemasan dalam bentuk kaleng.
"Awalnya curhat ke LIPI Jogja. Terus saya diberi solusi mencoba pakai kemasan caning atau kalengan. Selama satu tahun, masak disana untuk uji coba. Setahun itu banyak gagalnya, dari mulai daging kurang empuk, rasa keasinan dan belum sesuai dengan rasa Empal Gentong H. Apud," ujarnya.
Setelah berhasil menyesuaikan dengan rasa orisinil Empal Gentong warungnya, Eroh mulai menempuh proses izin edar hingga registrasi ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.
Alhasil, pada awal tahun 2018 lalu, Empal Gentong versi kemasan kaleng miliknya sudah dibolehkan beredar dan dijajakan sebagai oleh-oleh di warungnya di Jalan Raya Panembahan Plered, Kabupaten Cirebon.
Tak disangka. Peminat Empal Gentong versi kaleng yang dibuatnya langsung diminati oleh pengunjung yang datang di rumah makan Empal Gentong. Tak tanggung-tanggung, pesanan pun terus mengalir dari mancanegara. Khususnya dari Brunei Darussalam dan Arab Saudi.
"Sekitar pertengahan Januari lalu sudah kami edar dan dijual. Tapi belum banyak jumlahnya. Tapi, yang borong banyak. Semakin hari semakin banyak pesanan. Bulan lalu saja, ada dari Brunei dan Arab beli banyak Empal Gentong kemasan kaleng," tutur Eroh.
Mendapat respon positif dari masyarakat, pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) pun pernah menawarkan kepadanya untuk hilirisasi promosi Empal Gentong versi kaleng, sebagai varian baru kuliner Nusantara dalam bentuk kemasan kaleng.
Empal Gentong versi kaleng terbagi beragam macam varian rasa. Seperti, Empal Gentong rasa original, Empal Gentong pedas, Empal Asem dan Empal Asem Pedas. Eroh mengaku, ketahanan masa kadaluarsa Empal Gentong versi kaleng hingga satu tahun, bersarkan uji laboratorium.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
