
MUNDUR: Wasekjen DPP Gerindra, Mohammad Nuruzzaman menyatakan bakal mengundurkan diri sebagai kader partai.
JawaPos.com - Wakil Sekjen (Wasekjen) DPP Partai Gerindra, Mohammad Nuruzzaman secara mengejutkan bakal melayangkan surat pengunduran diri kepada Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.
Melalui surat pernyataan pengunduran dirinya sebagai kader Partai Gerindra, Nuruzzaman secara blak-blakan mengungkapkan alasan dirinya mundur dari kepengurusan partai oposisi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).
Alasannya, keterlibatan Gerindra bermain isu SARA saat pilkada DKI Jakarta dan orientasi partainya yang hanya pada perebutan kekuasaan, membuatnya memilih angkat kaki dari Gerindra.
"Ya, saya akan melayangkan surat kepada Prabowo. Saya mundur dari jabatan Wasekjen DPP Gerindra. Gerindra semakin liar ikut menari pada isu SARA di kampanye Pilkada DKI, dan orientasinya hanya perebutan kekuasaan para elitenya saja," ujarnya saat dikonfirmasi JawaPos.com, Selasa (12/6).
Dirinya merasa berat untuk terus melangkah berjuang di tubuh partai karena kepengurusannya hanya berorientasi kepentingan para elite Gerindra dengan cara terus-menerus menyerang pemerintah tanpa disertai data yang akurat.
Selama menjadi kader Partai Gerindra, Zaman sempat mengagumi sosok Prabowo karena jiwa patriotiknya. Akan tetapi, berjalannya waktu, dia menyebutkan arah partainya semakin tak jelas menjadi sebuah kendaraan kepentingan yang sama sekali tidak berkarakter pada kepedulian dan keberanian.
Dia mengatakan, Partai Gerindra itu berubah menjadi mesin rapuh yang hanya mengejar kepentingan Prabowo dan elite Gerindra lainnya. Kekecewaan atas partainya semakin memuncak karena Gerindra bermanuver dengan isu politik SARA dan menjadi corong kebencian yang mengamplifikasi kepentingan perebutan kekuasaan.
"Isu SARA yang diembuskan (Gerindra) sudah melampaui batas. Sehingga membuat Jakarta sebagai kota paling intoleran. Manuver isu SARA elite Gerindra berdampak ibu kota semakin tidak toleran. Semua elitenya haus kekuasaan duniawi saja, tanpa mau lagi peduli pada rakyat," tandasnya.
Sebagai santri, Zaman punya pandangan politik adalah media berjuang atas kepedulian kepada warga, bukan untuk kepentingan elite partai. Bahkan, dirinya mengancam akan terus melawan Gerindra karena sudah bermanuver dengan cara-cara menebar isu SARA dan kebencian.
"Demi kekuasan, partai ini terus memfitnah dan menyebar isu SARA. Saaya akan terus melawan Gerindra dan elite busuknya sampai kapan pun," pungkas Zaman.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
