
Mahasiswa tolak radikalisme.
JawaPos.com - Maraknya inflitrasi radikalisme yang mengancam integrasi bangsa harus disikapi serius oleh seluruh elemen. Selain dibutuhkan upaya proaktif pemerintah dalam rangka pencegahan dan pemberantasan, diperlukan pula peran aktif pemuda-pemudi Indonesia demi menangkal radikalisme yang telah menyusup hingga level kampus dan civitas akademika lainnya.
"Saya pikir program pendidikan karakter bangsa (National and Character Building) dengan penekanan nilai-nilai Pancasila harus kembali digalakkan. Dan dulu kita mengenal konsep pendidikan kepanduan yang menitikberatkan pada pendidikan karakter menggunakan media alam, demi meningkatkan semangat dan jiwa nasionalisme anak muda. Jadi tidak ada salahnya kita mulai galakkan kembali," ujar Ketua Umum Wanadri, Andi Angga Kusuma di Jakarta, Jumat (8/6).
Andi menerangkan, gerakan kepanduan sendiri pernah memperoleh perhatian khusus pemerintah pada periode awal kemerdekaan Indonesia lantaran dinilai efektif menumbuhkan jiwa nasionalisme di kalangan anak muda. Selain itu, gerakan kepanduan juga terbukti mampu membangun karakter pada diri pemuda-pemudi Indonesia.
Namun, lantaran dalam perkembangannya program kepanduan banyak diadopsi oleh sejumlah kelompok dan golongan demi melanggengkan kepentingannya, melalui Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960 tentang rencana pembangunan Nasional Semesta Berencana pun Presiden Indonesia pertama Soekarno membubarkan gerakan kepanduan. Di mana pasca pembubaran gerakan Kepanduan, lahirlah gerakan Pramuka dan Wanadri yang menginisiasi organisasi-organisasi kepemudaan dan penggiat alam hingga saat ini.
"Tapi di sini kita harus pintar-pintar meramu kurikulumnya dan jangan sampai pendidikan karakter untuk menjadi seorang nasionalis dan pancasilais malah membentuk ultranasionalisme di kalangan anak muda. Kenapa? Ini karena Indonesia adalah negara non-blok yang juga menghargai paham-paham negara lain dan Indonesia hidup dalam kancah masyarakat dunia," imbuhnya.
Berangkat dari hal tersebut, Angga pun meminta pemerintah kembali menggalakan program-program pendidikan karakter bangsa demi mengentaskan ancaman radikalisme dan menyempurnakan program bela negara yang sedang berjalan.
"Apalagi Presiden Jokowi dan beberapa pejabat kita sendiri pernah aktif di organisasi pecinta alam kampus. Jadi saya pikir mereka paham betul mengenai arti pentingnya pendidikan seperti kepanduan dengan menggunakan media alam," cetusnya.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) merilis setidaknya terdapat 6 Perguruan Tinggi negeri yang telah disusupi radikalisme.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
