Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 Juni 2018 | 19.58 WIB

Pendidikan Karakter Bangsa Diyakini Mampu Tangkal Radikalisme

Mahasiswa tolak radikalisme. - Image

Mahasiswa tolak radikalisme.

JawaPos.com - Maraknya inflitrasi radikalisme yang mengancam integrasi bangsa harus disikapi serius oleh seluruh elemen. Selain dibutuhkan upaya proaktif pemerintah dalam rangka pencegahan dan pemberantasan, diperlukan pula peran aktif pemuda-pemudi Indonesia demi menangkal radikalisme yang telah menyusup hingga level kampus dan civitas akademika lainnya.


"Saya pikir program pendidikan karakter bangsa (National and Character Building) dengan penekanan nilai-nilai Pancasila harus kembali digalakkan. Dan dulu kita mengenal konsep pendidikan kepanduan yang menitikberatkan pada pendidikan karakter menggunakan media alam, demi meningkatkan semangat dan jiwa nasionalisme anak muda. Jadi tidak ada salahnya kita mulai galakkan kembali," ujar Ketua Umum Wanadri, Andi Angga Kusuma di Jakarta, Jumat (8/6).


Andi menerangkan, gerakan kepanduan sendiri pernah memperoleh perhatian khusus pemerintah pada periode awal kemerdekaan Indonesia lantaran dinilai efektif menumbuhkan jiwa nasionalisme di kalangan anak muda. Selain itu, gerakan kepanduan juga terbukti mampu membangun karakter pada diri pemuda-pemudi Indonesia.


Namun, lantaran dalam perkembangannya program kepanduan banyak diadopsi oleh sejumlah kelompok dan golongan demi melanggengkan kepentingannya, melalui Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960 tentang rencana pembangunan Nasional Semesta Berencana pun Presiden Indonesia pertama Soekarno membubarkan gerakan kepanduan. Di mana pasca pembubaran gerakan Kepanduan, lahirlah gerakan Pramuka dan Wanadri yang menginisiasi organisasi-organisasi kepemudaan dan penggiat alam hingga saat ini.


"Tapi di sini kita harus pintar-pintar meramu kurikulumnya dan jangan sampai pendidikan karakter untuk menjadi seorang nasionalis dan pancasilais malah membentuk ultranasionalisme di kalangan anak muda. Kenapa? Ini karena Indonesia adalah negara non-blok yang juga menghargai paham-paham negara lain dan Indonesia hidup dalam kancah masyarakat dunia," imbuhnya.


Berangkat dari hal tersebut, Angga pun meminta pemerintah kembali menggalakan program-program pendidikan karakter bangsa demi mengentaskan ancaman radikalisme dan menyempurnakan program bela negara yang sedang berjalan.


"Apalagi Presiden Jokowi dan beberapa pejabat kita sendiri pernah aktif di organisasi pecinta alam kampus. Jadi saya pikir mereka paham betul mengenai arti pentingnya pendidikan seperti kepanduan dengan menggunakan media alam," cetusnya.


Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) merilis setidaknya terdapat 6 Perguruan Tinggi negeri yang telah disusupi radikalisme.

Editor: Saugi Riyandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore