Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 Juni 2018 | 18.04 WIB

Daging Olahan Kedaluwarsa Ditemukan di Plaza Andalas

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno bersama BPOM dan sejumlah instansi terkait saat sidak di Plaza Andalas (PA) Padang. - Image

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno bersama BPOM dan sejumlah instansi terkait saat sidak di Plaza Andalas (PA) Padang.

JawaPos.com - Memasuki hari ke-22 Ramadan 1439 Hijriah, Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno bersama Balai Pengawasan Obat-obatan dan Makanan (BPOM) dan sejumlah instansi menggelar inspeksi mendadak (sidak). Sasarannya sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Padang.


Hasilnya ditemukan puluhan bungkus daging olahan kedaluwarsa berbagai merek dan jenis. Seperti sosis maupun daging untuk burger. Barang-barang tersebut dijajakan di Plaza Andalas (PA) Padang.


"Ya, sore kemarin kami menemukan banyak daging olahan kedaluwarsa di pusat perbelanjaan PA. Kami harap itu tidak lagi dijual dan harus dimusnahkan," kata Irwan Prayitno, Jumat (8/6).


Sidak makanan itu adalah rutinitas tahunan di Sumbar. Hal ini perlu dilakukan untuk memastikan keamanan pangan yang dijual. Baik di toko, pasar, dan swalayan jelang Lebaran. Apalagi masih ditemukan pedagang makanan dan minuman yang nakal dengan menjual makanan kedaluwarsa.


"Kami sama-sama tahu, jelang Lebaran ini tentu jumlah kunjungan masyarakat untuk belanja sangat tinggi. Cenderung kondisi ini yang dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab. Nah, kami imbau konsumen teliti. Jangan karena potongan harga lalu tergiur, padahal kedaluwarsa," pesan Irwan Prayitno.


Ramadan tahun ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar bersama BPOM dan Polda Sumbar menggiatkan sidak di pusat perbelanjaan. Dari 128 tempat penjualan parsel yang telah disambangi, 28 toko di antaranya ditemukan makanan dan minuman tak layak edar. "Macam-macam. Ada yang kemasannya rusak, ada yang kedaluwarsa. Bagi yang ditemukan itu, penjualnya juga kami mintai keterangan," tegas Irwan.


Sementara itu, Manager Supermarket Plaza Andalas Dani mengatakan, adanya daging olahan kedaluarsa yang dijajakan tersebut bukan unsur kesengajaan. Hal itu merupakan kelalaian petugas yang alpa untuk menarik makanan kedaluwarsa dari lemari pendingin. "Ini kelalaian kami. Makanan tersebut akan kami dimusnahkan," tutur Dani.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore