
Cagub Sumut Edy Rahmayadi
JawaPos.com - Dinamika Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) semakin memanas jelang pencoblosan. Bahkan, pernyataan bermuatan sindiran pun tak terelakkan.
Menanggapi hal itu, Pengamat Politik Kota Medan, Bakhrul Khair Amal mengatakan, pernyataan Calon Gubernur Sumut Edy Rahmayadi kepada media massa yang menyebut calon gubernur nomor urut dua, Djarot Syaiful Hidayat sebagai sosok 'pencari kerja' di Sumut adalah politik identitas.
Menurutnya, politik identitas yang digunakan Edy Rahmayadi sudah tidak mempan jika dilakukan jelang pemilihan. "Jelang pencoblosan seperti sekarang, isu yang masih mengedepankan identitas secara pribadi sudah tidak efektif lagi," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Kamis (7/6).
Mantan Komisioner KPU Medan ini menjelaskan, para kandidat gubernur saat ini seharusnya lebih mengedepankan perang gagasan yang sifatnya lebih objektif. Hal ini, mengingat masa pencoblosan akan berlangsung dalam 20 hari ke depan.
"Masyarakat Sumut ini sangat rasional. Kalau mendekati hari-H masih serangan personal yang dikedepankan, maka akan membuat masyarakat antipati. Antipati kepada si penyerang karena dinilai jauh dari etika kesopanan," ujarnya.
Bakhrul menyebutkan, cara berpikir masyarakat Sumut, khususnya Kota Medan dalam memandang agenda Pilgub Sumut tidak dapat lagi dipengaruhi dengan mengedepankan hal-hal yang bersifat subjektif, seperti serangan-serangan tehadap personal. Upaya mempertajam isu-isu kedaerahan menurutnya tidak lagi efektif karena masyarakat Sumut sangat heterogen.
"Artinya, setiap orang saling memiliki keterikatan baik suku maupun agama dengan siapa saja yang menjadi kandidat. Nah persoalannya, ikatan kekerabatan karena kesamaan suku misalnya, itu juga masih sangat lekat dengan masyarakat," pungkasnya.
Sebelumnya, dalam acara buka puasa bersama wartawan Rabu (6/6), Edy Rahmayadi yang berpasangan dengan Musa Rajekshah menyebut rivalnya, Djarot Saiful Hidayat sebagai orang yang sedang mencari kerja di Sumut.
“Saya sudah bilang ke Djarot, jangan ganggu kami. Kalau mau melamar kerja, silakan. Orang Sumut welcome. Tapi, kalau mau memecah belah, saya akan libas,” ujar Edy di hadapan awak media.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
