
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, dr. Ade Meidian Ambari, SpJP, FIHA menjelaskan bahaya rokok.
JawaPos.com - Para perokok seolah tidak sadar sedang menimbun berbagai penyakit. Salah satunya Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan kardiovaskular. Ada lima faktor risiko pemicu PJK, yaitu merokok, hipertensi, kolesterol, diabetes, dan genetik. Terbukti dari lima faktor risiko penyakit kardiovaskular seperti Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan stroke, merokok menjadi penyebab utama.
Bahkan risikonya bisa menyebabkan kecacatan dan kematian. Apalagi Jumlah penderita PJK di era modern ini semakin tinggi dan bergeser ke usia muda.
“Berdasarkan data WHO, kematian dini yang disebabkan oleh rokok di dunia mencapai hampir 5,4 juta kematian per tahun. Jika ini terus terjadi, diperkirakan 10 juta orang perokok meninggal setiap tahunnya pada 2025," kata Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, dr. Ade Meidian Ambari, SpJP, FIHA dalam keterangan tertulis Webinar memperingati Hari Tembakau Sedunia, Kamis (7/6).
Ade memberikan gambaran bagaimana cara rokok merenggut sistem kardiovaskular di tubuh dan mengancam kesehatan seseorang. Merokok dapat merusak lapisan dinding arteri koroner bagian dalam (disfungsi endotel) sehingga terjadi penumpukan lapisan lemak (atheroma) yang mengakibatkan penyempitan arteri koroner.
Karbon monoksida dalam asap tembakau mengurangi jumlah oksigen dalam darah. Sebab, hemoglobin dan nikotin dalam rokok merangsang tubuh untuk memacu aktifitas sistem saraf simpatis sehingga jantung berdetak lebih cepat dan tekanan darah meningkat.
Di samping itu, merokok dapat meningkatkan aktifasi sistem pembekuan darah mengakibatkan terbentuknya thrombus (gumpalan darah) di pembuluh darah koroner. Sehingga menyebabkan serangan jantung.
10 juta orang perokok meninggal itu nantinya terdiri dari sebesar 35-4 persen kematian disebabkan oleh penyakit kardiovaskular dan berhubungan dengan rokok. Sedangkan 25-30 persen menunjukkan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular pada perokok pasif.
Sebaliknya, seseorang yang berhenti merokok sepuluh tahun, kondisi tubuhnya 50 persen sama dengan orang sehat yang tak merokok. Dan bahkan jika seseorang sudah berhenti merokok 15 tahun, maka kondisi tubuhnya 100 persen sama seperti orang tak merokok.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
