Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Juni 2018 | 11.25 WIB

Diminta Jujur Soal Umrah, Edy: Kalau Masih Gitu Saya Tuntut

Ade Darmawan (tengah) saat konferensi pers terkait dugaan Umroh fiktif Edy Rahmayadi beberapa waktu lalu. - Image

Ade Darmawan (tengah) saat konferensi pers terkait dugaan Umroh fiktif Edy Rahmayadi beberapa waktu lalu.

JawaPos.com - Semakin dekat hari pencoblosan, semakin panas pula dinamika Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Utara. Isu tidak sedap soal ibadah umrah Edy Rahmayadi kembali mencuat ke publik.


Padahal soal itu sudah berulang kali diklarifikasi, baik oleh Edy maupun tim pemenangannya. Kali ini, isu itu kembali dipanaskan oleh salah satu pemilik travel umrah Ade Darmawan.


Ade dengan jelas menuding bahwa Edy Rahmayadi diduga tidak berangkat umrah ke tanah suci. Dia beranggapan, wacana itu sengaja dimainkan untuk menutupi isu miring lainnya ketika Edy sempat menghilang dari publik.


Dalam sebuah temu pers di Kota Medan, Ade mencoba menjabarkan dasar dari tudingan itu. Kepada awak media, dia pun menunjukkan cara mencari data seseorang yang ikut umrah.


Dia menampilkan laman yang diduga milik pemerintah Saudi Arabia visa.mofa.gov.sa. Laman itu, disebut Ade bisa melihat daftar jamaah yang masuk ke Arab Saudi dengan menggunakan nomor Paspor dan nama depan seseorang.


Ade menyebut sudah mengantongi nomor Paspor Edy Rahmayadi yang dia dapat dari seorang temannya. Setelah nomor itu dimasukkan, laman tersebut tidak menunjukkan data apa pun. Sebelumnya, Ade juga memasukkan nomor paspor salah satu temannya yang hadir dalam konferensi pers. Hasilnya menunjukkan foto, nama, dan kepentingan orang itu berada di Arab.


"Saya mendapatkan nomor Paspor Edy Rahmayadi. Kebetulan saya punya teman yang memberikan nomor Paspor Edy Rahmayadi. Ini yang saya dapat teman," kata Ade, Rabu (6/6).


Untuk lebih memastikannya, Ade juga menunjukkan laman milik Kementrian Agama, sipatuh.kemenag.go.id. Di laman tersebut, kata Ade, bisa menunjukkan seseorang terdaftar di travel mana jamaah berangkat umrah.


Dia pun meminta agar Edy Rahmayadi segera menunjukkan visa dan paspornya agar orang yakin kalau mantan Pangkostrad itu berangkat umrah.


JawaPos.com mencoba menanyakan apakah seseorang bisa menjalankan ibadah umrah tanpa melalui travel. Ade menjawab itu hanya bisa dilakukan oleh pejabat negara saja.


"Pejabat negara, contohnya Menteri Agama ditugaskan ke Arab Saudi, dia memakai paspor biru. Di paspor itu menyatakan ke Saudi Arabia. Maka paspor itu hanya untuk ke Saudi Arabia. Itu pun tetap ada data di kedutaan Saudi Arabia. Selain itu tidak bisa. (Itu) Ilegal. Legal pun pengajuan visa itu melalui travel," katanya.


Lebih jauh lagi, Ade tidak takut jika dia akan dianggap melakukan black campaign (kampanye hitam). Apa yang dilakukan Ade menurutnya bukan black campaign (kampanye hitam) karena dia hanya ingin para calon pemimpin untuk berkata jujur.


Dia kembali menegaskan bahwa yang dilakukannya bukan untuk menyudutkan Edy. "Saya katakan ini bukan black campaign. Ini adalah kesadaran dari masyarakat Sumut untuk meminta pemimpin itu pemimpin yang jujur. Kan tagline dalam Islam itu pemimpin itu harus jujur. Kedua amanah. Bagaimana kita mau dipimpin, oleh seorang pemimpin, kalau diawal saja ada kebohongan. Ini bukan masalah black campaign atau bukan black campaign," ungkap CEO PT Arrahman Berkah Wisata.


Sementara itu, Sastra yang didapuk menjadi kuasa hukum Ade Darmawan mengungkapkan, apa yang dilakukan kliennya adalah klarifikasi dari statement Edy Rahmayadi, yang meminta agar yang memfitnahnya untuk bertaubat. Sastra menganggap, itu bisa merugikan kliennya yang notabene adalah pengusaha.


"Ade klien kami ini berinisiatif mencari tahu apakah benar Pak Edy berangkat umrah. Setelah beliau telusuri, menurut keterangan beliau, tidak," tukasnya.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore