Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Juni 2018 | 23.13 WIB

Diminta Buat Bom, Polisi Telusuri Aliran Dana Terduga Teroris di UNRI

BAHAN PELEDAK: Petugas menunjukkan barang bukti sejumlah bahan peledak yang berhasil diamankan dari ketiga pelaku terduga teroris di UNRI, Sabtu (2/6) malam. - Image

BAHAN PELEDAK: Petugas menunjukkan barang bukti sejumlah bahan peledak yang berhasil diamankan dari ketiga pelaku terduga teroris di UNRI, Sabtu (2/6) malam.

JawaPos.com - Aliran dana yang diterima Muhammad Nur Zamzam, terduga teroris di Universitas Riau juga menjadi salah satu fokus yang ditelusuri Kepolisian. Terlebih, dia sempat diminta membuatkan bom oleh pelaku penyerangan Mapolda Riau, Pak Ngah. 


"Nah itu sedang kita dalami (aliran dana dari Pak Ngah). Tetapi ada koneksi (dengan Pak Ngah) memang dari bukti yang kita miliki baik digital dan lain-lain," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Mohamad Iqbal di kantornya, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (4/6).


Selain dari Pak Ngah, kata dia, penyidik juga bakal menelusuri aliran dana lain yang diterima Zamzam terutama berkaitan dengan aksinya. "Pasti. Kita telusuri. Tim itu pasti bercabang-cabang. Sub tim termasuk sub tim yang akan melakukan penyelidikan termasuk scientific identification di bidang anggaran," jelas Iqbal. 


Kata dia, penyidik Densus 88 juga terus mencari tau darimana Zamzam belajar membuat bom. "Saat ini sedang kita kembangkan jelas. Satu tersangka NMZ terus di dalami darimana mereka mempelajari," tambahnya. 


Sementara itu, tim Densus 88 katanya terus bergerak untuk menangkap para teroris yang masih berkeliaran. "Bukan hanya Riau tapi seluruh Indonesia melakukan upaya represif untuk preventif sehingga kita tidak ada kecolongan," pungkas Iqbal. 


Sebelumnya, Datasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap Zamzam di Universitas Riau. Kejadian ini bermula pada pukul 13.30 WIB, Densus 88 melakukan penggeledahan dan menemukan bom rakitan di Kampus UNRI Fakultas Fisipol, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan Kota, Pekanbaru, Provinsi Riau.


Adapun Zamzam merupakan lulusan mahasiswa UNRI. Dia diduga memiliki kemampuan membuat bom TATP. Dia juga mempublikasikan cara pembuatan bom di link group telegram.


Zamzam berencana melakukan serangan terhadap sejumlah objek vital. Yakni di kantor DPR RI dan DPRD. Dari tangan Zamzam, Densus 88 mengamankan 2 buah bom pipa besi yang sudah jadi, 2 bahan handak TATP yang sudah jadi, material bahan peledak, 2 buah busur panah, 8 buah anak panahnya, 1 buah senapan angin, dan 1 buah granat tangan rakitan.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore