Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Juni 2018 | 20.05 WIB

Tak Ada CCTV, Polisi Sulit Tangkap Pencuri Tutup Gorong-gorong

Besi penutup drainase hilang di Underpass Mampang -Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (3/6/ (Besi penutup drainase hilang di Underpass Mampang -Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (3/6/). - Image

Besi penutup drainase hilang di Underpass Mampang -Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (3/6/ (Besi penutup drainase hilang di Underpass Mampang -Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (3/6/).

JawaPos.com - Polres Metro Jakarta Selatan mengaku kesulitan menemukan pencuri 25 besi penutup gorong-gorong atau saluran air underpass Mampang-Kuningan. Pasalnya, tidak ada fasilitas mendukung untuk mengidentifikasi seperti CCTV di area tersebut.


"Kita kesulitannya nggak punya CCTV. Kita cari CCTV-nya yang tepat mengarah ke sana belum ada. Kita tidak tahu hari dan jamnya," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Indra Jafar di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (4/6).


Namun, pihaknya tetap akan memburu keberadaan pencuri penutup gorong-gorong itu. "Kita sambil jalan, kembangkan, dan kita cari," kata Indra.


Dia pun berharap Pemprov DKI Jakarta segera memasang CCTV di area tersebut. Juga di area publik lainnya yang rawan pencurian.


"Harus (dipasang CCTV). Paling tidak bisa mengawas, kagak mungkin jaga underpass terus. CCTV penting mengawasi dan mengungkap kalau ada kejadian," pungkas Indra.


Diketahui, sebanyak 25 lubang cukup menghambat perjalanan pengemudi kendaraan roda dua. Pasalnya, sepeda motor memiliki ban yang lebih kecil dibanding lubang air. Sehingga, mereka harus memperlambat laju kendaraannya untuk lebih berhati-hati.


Grating yang hilang berada di sepanjang jalur underpass dari arah Kuningan menuju Mampang Prapatan. Barrier plastik berwarna oranye pun diletakkan menutupi lubang sebagai grating sementara.


Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku akan secepatnya berkoordinasi dengan pihak Kepolisian terkait kejadian itu. Dia bahkan menegaskan ingin menangkap si pencuri dan diberikan sanksi atau hukuman.


“Kita harapkan ke depan pengawasannya lebih ketat. Mungkin kita minta juga partisipasi masyarakat. Kalau melihat, tolong divideokan, diambil gambarnya, dan ditangkap orangnya, dihukum seberat-beratnya,” kata Sandi di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (1/6). (dna)

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore