
Pertunjukan Deaf Meam, pada Malam Pantomim, Sabtu (2/6) malam di Kabupaten Bojonegoro.
JawaPos.com - Sejumlah seniman yang tergabung dalam kelompok Sayap Jendela arts Laboratory melakukan Malam Pantomim, Sabtu (2/6) malam di Kabupaten Bojonegoro. Perhelatan itu digelar, sebagai bentuk kecintaan terhadap kesenian di Indonesia.
Dalam kesempatan itu, sekelompok pelajar tuna rungu wicara juga ikut tampil. Mereka yang tergabung dalam kemunitas Deaf Mime mempertontonkan kepiawaiannya dalam berpantomim.
Pertunjukan dimulai dengan pawai yang dimeriahkan dengan keragaman potensi nusantara. Pawai tersebut, diikuti oleh 20 komunitas. Merrka berjalan mulai dari SMK Siang 1 Bojonegoro ke Gedung PPIK di Jalan Veteran, Bojonegoro Kota. Kegiatan pawai dilakukan, sembari menunggu waktu buka puasa atau ngabuburit.
Divisi Teater Sanggar Sayap Jendela arts Laboratory, Oky Dwi Cahyo mengatakan, ini ke tujuh kalinya Malam Pantomim digelar oleh kelompok seniman pantomim di Bojonegoro. "Malam pantomim merupakan kegiatan rutin tahunan yang digelar oleh seniman pantomim di Bojonegoro," kata Oky, usai pementasan, Sabtu (2/6) malam.
Kali ini, tema yang diusung yakni, Cinta Nusantara diilhami dari ikatan yang sudah terbentuk secara baik antar komunitas yang selama ini sering melakukan kegiatan bersama dalam berkarya. "Kebersamaan dan gotong royong dalam menggelar kegiatan itu merupakan potensi yang besar untuk membangun peradaban," ujarnya.
Dalam pertunjukkan itu, Deaf Mime yang beranggotakan pelajar tuna rungu wicara menampilkan pantomim yang mencertakan tentang perbedaan suku yang kemudian bisa hidup bersama dan saling gotong royong.
Penapilan Deaf Mime pun memukau para penonton yang menyaksikan Malam Pantomim tersebut. "Secara pertunjukan anak-anak sekolah luar biasa (SLB) itu sudah bagus. Karena sudah sering latihan pantomim. Bahkan salah satu dari mereka ada yang juara satu tingkat nasional," jelasnya.
Sekadar informasi, pertunjukan Malam Pantomim yanh digelar, tak hanya diikuti oleh kelompok teater dari Bojonegoro. Tetapi juga juga diikuti kelompok dari luar daerah. Mulai dari pelajar tingkat sekolah dasar, hingga mahasiswa. Beberapa komunitas yang dari luar daerah di antaranya dari Jember, Purwokerto, Magetan dan Sendratasik Unesa Surabaya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
