Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Juni 2018 | 00.35 WIB

Rambu Lalu Lintas di Tol Fungsional Masih Minim

Warga melintas di jalan tol Ngasem Colomadu saat merapi menyemburkan material Vulkanis terlihat dari Ngasem, Colomadu, Karanganyar, Jumat (1/6). - Image

Warga melintas di jalan tol Ngasem Colomadu saat merapi menyemburkan material Vulkanis terlihat dari Ngasem, Colomadu, Karanganyar, Jumat (1/6).

JawaPos.com - Infrastruktur jalan dan pelayanan publik lainnya yang menjadi tumpuan pergerakan pemudik dipastikan sudah siap memberikan pelayanan. Khusus untuk jalan tol fungsional masih terdapat beberapa kekurangan. Semua itu harus dilengkapi menjelang H-8 Idul Fitri.


Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi meninjau pembangunan jalan tol Solo-Kertosono. "Kami imbau masyarakat yang menggunakan jalan tol fungsional tetap berhati-hati. Kecepatan 40 hingga 60 kilometer per jam saja," tutur dia.


Minimnya rambu-rambu lalu lintas menjadi kekhawatiran. Budi menyatakan sudah menginstruksi Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) setempat memasang rambu-rambu dan petunjuk arah.


"Dari Kartosuro ke Ngawi masih fungsional, tapi sudah siap semua. Artinya sudah operasional, tapi belum berbayar. Sedangkan dari Ngawi ke Wilangan sudah operasional penuh," jelasnya.


Budi juga melakukan kunjungan ke Terminal Bus Tipe A Ngawi Kertonegoro. Terminal Ngawi, menurut dia, sudah siap untuk melayani arus mudik.


"Pemerintah telah menganggarkan Rp 4 miliar untuk merehab ataupun memperbaiki Terminal Ngawi," ucapnya. Beberapa perbaikan yang akan dilakukan antara lain penambahan sistem zonasi, ruang laktasi, dan fasilitas kemudahan akses untuk penyandang disabilitas.


Di sisi udara, Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub melalui Surat Direktur Bandar Udara Ditjen Perhubungan Udara Nomor 1154/DBU/III/2018 tanggal 29 Maret 2018 menginstruksikan kepada para pengelola bandara penghentian sementara pekerjaan perbaikan (overlay) landas pacu dan pekerjaan lainnya. Penghentian sementara pekerjaan tersebut dimulai pada H-8 sampai H+10 Lebaran.


Selain itu, surat tersebut menginstruksikan agar para pengelola bandara mempermudah pemberian slot penerbangan. Keterlambatan penerbangan (delay) juga harus diantisipasi dengan penambahan jam operasional bandara melalui notam apabila diperlukan. Bandara harus siap "lembur".


"Pada musim libur Lebaran setiap tahunnya selalu terjadi kenaikan jumlah penumpang dan pergerakan pesawat. Tahun 2018 ini saja diperkirakan jumlah penumpangnya naik 10,78 persen sehingga jumlah penerbangan pesawat juga pasti bertambah," terang Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso kemarin.


Salah satu bandara yang sudah melakukan persiapan menjelang musim angkutan Lebaran adalah Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). Salah satu terobosan yang dilakukan ialah menyediakan fasilitas mobile check-in di Terminal 1C.


"Frekuensi penumpang akan meningkat tajam. Kami berupaya mengurai kepadatan dengan menawarkan kepada penumpang penggunaan fasilitas mobile check-in," ucap Senior Manager of Branch Communication and Legal Bandara Soetta Erwin Revianto kemarin.


Mobile check-in adalah layanan digital modern yang mirip dengan self check-in. Mobile check-in dioperatori mobile customer service. Setelah melakukan check-in dengan menggunakan mobile check-in, penumpang yang tidak membawa bagasi dapat melanjutkan ke security checkpoint (SCP) dua atau pemeriksaan kedua. Selanjutnya langsung menuju boarding lounge.


"Namun, penumpang yang membawa bagasi dapat menggunakan self baggage drop atau dapat langsung menuju konter khusus dropping bagasi yang disediakan maskapai," tutur Erwin.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore