Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 Juni 2018 | 03.19 WIB

Menpora Minta Atlet Indonesia Tiru Prestasi Dua Pendaki Seven Summits

Menpora Imam Nahrawi saat menyambut dua pendaki perempuan Indonesia, Fransiska dan Mathilda di Bandara Soekarno-Hatta - Image

Menpora Imam Nahrawi saat menyambut dua pendaki perempuan Indonesia, Fransiska dan Mathilda di Bandara Soekarno-Hatta

Jawapos.com - Menpora Imam Nahrawi meminta kepada atlet Indonesia untuk Asian Games 2018 bisa meniru prestasi dua pendaki Seven Summits yakni Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari. Para atlet diharapkan meraih medali emas di multievent terbesar se-Asia. Semangat pantang menyerang Fransiska dan Mathilda hendaknya menjadi teladan para atlet Indonesia di Asian Games 2018.


Seperti diketahui, Fransiska dan Mathilda menjadi dua pendaki perempuan pertama dari Indonesia yang menaklukkan 7 puncak tertinggi dunia. Mereka tercatat sebagai pendaki perempuan Indonesia yang tergabung dalam Seven Summit Expedition. Pendakian dua mahasiswi Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) untuk menaklukkan 7 puncak tertinggi dunia berawal dari Carstensz Pyramid pada 13 Agustus 2014.


Selepas itu, lima atap dunia lainnya mereka daki pada 2015 hingga 2017. Berturut-turut yakni Elbrus, Kilimanjaro, Aconcagua, Vinson Massif, dan Denali. Terakhir, dua srikandi yang membawa nama The Women Of Indonesia's Seven Summits Expedition Mahitala-Unpar (Wissemu) berhasil menaklukkan puncak gunung Everest pada 17 Mei 2018 pukul 05:50 waktu Nepal atau 07:15 WIB.


Ini menjadi catatan sejarah baru bagi Indonesia. Terlebih mereka merupakan perempuan Indonesia pertama yang menaklukkan 7 gunung tertinggi di dunia tersebut.


"Kita melihat mereka kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Mereka meraih prestasi menawan. Dan untuk atlet Indonesia di Asian Games 2018 nanti, juga harus berprestasi," ujar Menpora di Banda Soekarno-Hatta, Jumat (1/6).


Para atlet dapat mengambil sisi positif dari prestasi menawan Fransiska dan Mathilda. Seperti halnya penguatan mental. Maklum saja, tidak banyak orang yang berani meninggalkan keluarga untuk waktu yang cukup lama serta bertaruh nyawa.


Menpora Imam Nahrawi melihat kematangan mental ada pada diri Fransiska dan Mathilda. Mereka rela meninggalkan kebahagiaan bersama keluarga, saudara dan teman-temannya.


"Saya rasa, kita atau atlet juga bisa mempelajari sisi positif seperti mental mereka (Fransiska dan Mathilda). Mereka rela meninggalkan kebahagiaan bersama teman-teman, keluarga, dan lingkungan. Mereka hanya berpikir saatnya mengulang sejarah besar," pungkas Menpora Imam Nahrawi.

Editor: Edy Pramana
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore