
Sofyan Tsauri mantan narapidana kasus terorisme.
JawaPos.com - Teroris adalah musuh semua warga di dunia. Para teroris menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya, meski dengan bunuh diri ataupun membunuh banyak orang. Tak hanya itu, para teroris ini menyebarkan pahamnya secara tersembunyi agar masyarakat terpengaruh dan mengikutinya.
Sofyan Tsauri sendiri adalah mantan teroris yang tergabung dalam kelompok Al-Qaeda Asia Tenggara. Dulu, saat ia masih menjadi salah satu dari kelompok tersebut, Sofyan mengikuti paham yang diberikan kepadanya. Tapi, saat ditangkap dan dipenjara, Sofyan mulai merevisi pemikiran yang didoktrin kepadanya.
Tak lama, Sofyan sadar bahwa ia telah salah. Ia pun menyesal karena pernah masuk ke jalan yang salah. Setelah keluar dari penjara, Sofyan menceritakan mengenai paham teroris tersebut.
"Jadi ada beberapa poin yang menjadi puncak klimaks yang membuat saya sadar. Saat saya di dalam penjara, saya melihat banyak penyimpangan yang dilakukan ikhwan-ikhwan teroris ini, terutama kelompok ISIS tersebut," katanya, di Depok, Rabu (30/5).
Ia menjelaskan, ada empat hal penyimpangan yang dilakukan teroris. Pertama, teroris tersebut tidak mau menjawab salam kepada orang yang menyelisihi mereka (teroris).
"Misalnya, kita menyelisihi mereka dalam masalah agama, cabang-cabang, atau forum. Dari sini, mereka tidak akan mau memberi atau menjawab salam dan bahkan mengafirkan orang yang menyelisihinya," jelasnya.
Kedua, banyak dari kelompok ISIS ini yang menikah tanpa wali. Hal ini dikatakan Sofyan karena mereka menganggap orang tua atau wali telah murtad.
"Lalu ketiga, ada juga yang tidak salat di masjid," tegasnya.
"Keempat, mereka tidak mau memakan daging selembihan karena dianggap daging potongan selembihan yang ada di pasar itu adalah potongannya orang-orang kafir," terangnya.
Dari keempat hal ini, membuat Sofyan sadar karena banyak hal yang tidak umum dan berbeda. Ia pun akhirnya kembali ke jalan yang benar.
"Saya sendiri tobat dan kembali ke jalan yang benar bukan karena ingat keluarga. Keluarga tidak terlalu berpengaruh bagi saya. Saya sadar karena pemahaman itu sendiri yang salah, dan akhirnya saya tobat," tutup Sofyan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
