Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 Mei 2018 | 23.14 WIB

Integrasi Pertagas dan PGN Optimalkan Bisnis Gas RI

pekerja PGN merawat jaringan gas di daerah operasi - Image

pekerja PGN merawat jaringan gas di daerah operasi

JawaPos.com - Direktur Eksekutif Center of Energi and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman mendukung PGN sebagai sub holding gas. Dia mengaku tidak sependapat dengan pernyataan Ketua Serikat Pekerja Pertagas yang berasumsi proses integrasi Pertagas ke PGN adalah bagian upaya pelemahan bisnis gas Pertamina.

"Pendapat itu terlalu prematur, termasuk pendapat seolah-olah ada potensi korupsinya itu juga kurang tepat," ujar Yusri dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/5).


Menurutnya, seharusnya dipahami dalam perspektif peraturan dan UU bahwa PGN statusnya BUMN dan ada saham Seri A Dwiwarna yang dimiliki oleh Negara. Walaupun hanya satu lembar saham, lanjutnya, tetapi saham Dwiwarna mempunyai kendali yang absolut dan istimewa.


Yusri menegaskan PGN akan melakukan right issue saham baru untuk membiayai integrasi Pertagas. Sehingga, melalui right issue ini maka investor harus menyetor dana sesuai bagiannya untuk mendapatkan saham baru tersebut.

"Apabila tidak menyetor dana tersebut maka sahamnya akan berkurang dan tambahan saham baru PGN untuk menguasai Pertagas akan dikuasai sepenuhnya oleh Pertamina, sehingga akan meningkatkan saham kepemilikan Pertamina di PGN," katanya.

Dia mengatakan, Pertagas dan PGN harus diintegrasikan karena memiliki bisnis yang sama yaitu gas sourcing, transmisi, distribusi, dan retail. Apabila hanya disinergikan tanpa integrasi maka akan tetap akan terjadi duplikasi dan kompetisi internal yang akan menghambat sinergi diantara keduanya dan 'value creation' untuk Pertamina tidak akan optimal.


"Dengan integrasi Pertagas ke PGN maka PGN sebagai manajer atas pengoperasian seluruh aset dan bisnis yang dimiliki oleh PGN dan Pertagas akan memiliki tanggung jawab untuk mengoptimalkan penggunaan semua aset tersebut dan meningkatkan bisnis yang dikelolanya termasuk aset dan bisnis Pertagas," imbuh Yusri.

Dia berpendapat semakin cepat integrasi tersebut dilakukan maka value creation yang optimal untuk bisnis gas Pertamina akan semakin cepat terealisasikan. Bisnis utama Pertagas di bidang transmisi gas akan semakin membesar karena Pertagas dapat ditunjuk sebagai operator untuk semua fasilitas transmisi Pertagas dan PGN serta akan ditugaskan untuk pembangunan fasilitas transmisi baru.

Di samping itu, Pertagas Niaga dan AP PGN di bidang distribusi dan ritel akan dapat bekerjasama untuk merebut pasar gas yang dimiliki oleh swasta dan untuk pengembangan pasar gas baru ke depan. Yusri menambahkan dengan perubahan anggaran dasar PGN dan surat kuasa yang diberikan kepada Pertamina oleh Kementerian BUMN, maka Pertamina masih mengendalikan penuh atas PGN sehingga semua tindakan PGN atas anak perusahannya termasuk Pertagas harus mendapat persetujuan dari Pertamina.


"Lalu kenapa harus berdemo dan mengancam? jangan-jangan ada pihak yang takut kehilangan jabatan dan rezeki kalau integrasi Pertagas ke PGN terjadi, padahal holding migas sudah terbentuk sejak 11 April 2018, Pertamina sebagai induk holding migas dan PGN sebagai anggotanya," pungkasnya.

Editor: Saugi Riyandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore