Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 Mei 2018 | 10.15 WIB

Main Ludruk, Konjen AS: Saya Merasa Jadi Arek Suroboyo

Konsulat Jenderal Amerika Serikat (Konjen AS) untuk Surabaya Heather Variava (dua dari kiri) saat memantaskan lakonnya di panggung. - Image

Konsulat Jenderal Amerika Serikat (Konjen AS) untuk Surabaya Heather Variava (dua dari kiri) saat memantaskan lakonnya di panggung.

JawaPos.com - Ludruk sudah terkenal sebagai kesenian khas Surabaya. Seni pertunjukkan tradisional itu pun menarik perhatian Konsulat Jenderal Amerika Serikat (Konjen AS) untuk Surabaya, Heather Variava.


Variava berkesempatan ikut tampil dan meramaikan ludruk yang digelar. Ceritanya, ia berperan sebagai delegasi dari Amerika yang bertamu ke rumah seorang keluarga.


Dia memberi dukungan kepada salah seorang anggota keluarga yang ingin pergi ke Amerika. Katanya, semua orang Indonesia dapat belajar apapun di Amerika.


"Orang Indonesia dapat belajar apa saja di Amerika," kata Variava saat pentas di gedung kesenian ludruk Irama Budaya Sinar Nusantara, Sabtu (26/5).


Usai pementasan sejumlah awak media berkesempatan mewawancarainya. Meski dengan bahasa campuran Inggris dan Indonesia, Varia mengaku senang dengan pementasannya.


Katanya, ludruk adalah partisipasinya yang pertama pada kesenian tradisional. "Saya merasa seperti arek Suroboyo sesudah main ludruk," kata Variava lalu disambut tepuk tangan penonton.


Ditanya apa kesulitan saat di panggung, Variava mengaku hanya sedikit terkendala dengan bahasa. Maklum, ludruk tidak menampilkan lakon dalam bahasa Jawa murni.


Karenanya, beberapa pemain ludruk lain membantunya dalam hal bahasa Suroboyoan. Sehingga, tak butuh waktu lama untuk Pimpinan diplomatik Amerika dan Indonesia timur itu menyiapkan dialognya.


"Hanya improvisasi saja berdasarkan tema penceritaan. Karena saya pikir itulah ludruk. Salah tidak apa-apa," katanya.


Rotary International District Governor 3420, Hermanto Angka mengatakan, pementasan ludruk tersebut dalam rangka menyambut hari jadi Surabaya yang ke-725. Selain itu, belum ada kesenian tradisional lain yang digelar Rotary Internasional.


"Pesannya, kami ingin memperkenalkan sebuah karya seni tradisional (Surabaya) kepada jaringan Rotary yang lain," kata dia.


Hermanto berharap ada hubungan akrab antara Rotary dengan seniman ludruk di Surabaya. Tak hanya seniman. Melalui ludruk, dia juga berharap Rotary dapat lebih dikenal semua masyarakat Surabaya.


"Tujuan akhirnya adalah untuk mencapai perdamaian dunia. Pastinya, bagian dari upaya promosi seni ludruk di mata dunia," katanya.


Sebagai informasi, ludruk tersebut diinisiasi organisasi Rotary Internasional. Pertunjukkannya digelar di gedung  kesenian ludruk Irama Budaya Sinar Nusantara, THR Surabaya. Pentas itu memainkan lakon "Ojok Keminggris bag. 2"

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore